This blog is dedicated for campus assignments
this site the web

Recent Photos

image
image
image

Minggu, 28 November 2010

Busung Lapar Renggut Nyawa Bocah 9 Tahun

Tema : Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

BUSUNG lapar kembali merenggut nyawa. Sukria (9), warga Desa Pempen, Lampung Timur, akhirnya meninggal dunia di rumah pamannya, Desa Bulok, Pekon Gunung Terang, Tanggamus, Senin (22-6).

Sebelumnya, busung lapar di Lampung merenggut nyawa Maulana (5), warga Kotabaru, Panjang, Bandar Lampung, pada Rabu (3-6), pukul 02.00. Korban tewas lain, Elva Andreansyah (2), warga Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Wiji (12), warga Tanggamus, juga meninggal di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung karena busung lapar.

Sejak dibawa ke RSUAM pada Kamis (28-5) hingga ajal menjemput, Sukria dalam keadaan tidak sadar. Di RSUAM, Sukria dirawat selama tiga pekan. Namun, pada Rabu (17-6), pihak keluarga membawa pulang bocah kelas I SDN 2 Pempen Lamtim itu ke rumah pamannya di Tanggamus. "Biaya pengobatan memang ada yang membayar. Tapi. kami yang menunggu di rumah sakit kan butuh makan juga. Masalahnya saya nggak bisa bekerja. Jadi kami terus mengeluarkan uang untuk biaya hidup di rumah sakit tanpa ada pemasukan," kata Harudin, ayah Sukria sebelum membawa pulang putranya.

Kakak korban, Iyah (21), menuturkan sebelum meninggal suhu tubuh Sukria cukup tinggi. Dalam kondisi setengah sadar Sukria sempat mendapat perawatan dokter puskesmas setempat dan pada pergelangan tangannya dipasangi infus. "Badannya panas dan dia sempat kejang-kejang. Makanya keluarga langsung meminta bantuan petugas puskesmas," kata Iyah.

Namun, dokter puskesmas tidak berhasil menyelamatkan Sukria. Anak ketujuh pasangan Harudin dan almarhumah Sukenah ini mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 15.30. "Keluarga sudah pasrah dan berusaha mengikhlaskan kepergian Sukria. Mungkin ini jalan terbaik untuk adik saya," kata Iyah.

Senin petang, jasad Sukria dibawa kembali ke rumahnya di Lampung Timur. Jenazah bocah pengidap busung lapar yang disertai tuberkulosis itu dikebumikan sekitar pukul 08.00, kemarin.

http://beritanasional.blogspot.com/2009/06/busung-lapar-renggut-nyawa-bocah-9.html


Solusi dari masalah diatas:

Pemerintah seharusnya berperan lebih aktif dalam masalah ini. Seharusnya Indonesia adalah negara yang kaya akan alamnya, sehingga masyarakatnya dapat hidup makmur dan sejahtera. akan tetapi kenyataannya berbeda. masih banyak masyarakat indonesia yang masih dalam garis kemiskinan. tak lain salah satu penyebabbnya adalah korupsi yang dilakukan para "orang-orang berjas"

struktur pemerintahan harus dirombak total, agar tidak adanya lagi korupsi yang merugikan negara, sehingga banyak masyarakat yang harus menderita busung lapar karena kemiskinan. mulai dari kepala president yang harus lebih tegas dalam kasus-kasus korupsi, seharusnya hukum lebih ditegakkan akan kasus ini, seharusnya orang yang korupsi di hukum mati, agar mereka jera.

bila negara ini dapat terlepas akan kasus korupsi,pastilah masyarakatnya lebih sejahtera. tapi hal tersebut bagaikan mimpi yang hanya sekedar mimpi

Minggu, 21 November 2010

Remaja 16 Tahun Jual Diri Dijaring

Tema : Individu Keluarga dan Masyarakat

TOLITOLI--MICOM: Seorang remaja putri berusia 16 tahun yang sembunyi-sembunyi menjadi pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia operasi penyakit masyarakat yang digelar oleh Polres Tolitoli di Sulawesi Tengah.

"Remaja putri berinisial SH ini ternyata masih duduk d bangku sekolah," kata Kepala Bagian Oprasional Polres Tolitoli Komisaris Sutrisno di Tolitoli, Minggu (21/11). Polisi juga mengamankan juragan yang telah mempekerjakan remaja ini sebagai wanita penghibur dan akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Remaja putri tersebut bersama 11 rekannya yang lain terjaring razia penyakit masyarkat pada Minggu dini hari (21/11) di belakang Perumahan Nasional (Perumnas), lokasi permukiman penduduk di kota Tolitoli yang kerap kali dijadikan tempat maksiat. Kebanyakan pria hidung belang yang sering datang ke tempat prostitusi itu berasal dari luar kota Tolitoli.

Semua PSK yang terkena razia diamankan di Mapolsek Baolan guna pemeriksaan lebih lanjut. "Usai pemeriksaan, kami akan menyerahkan mereka ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi guna dilakukan pembinaan," ujarnya. Razia yang dilakukan polisi di sejumlah tempat porstitusi, rumah kos, hotel, dan penginapan di Tolitoli bertujuan untuk membasmi penyakit masyarakat. "Operasi penyakit masyarakat ini digelar mulai 8 hingga 28 November meendatang," katanya. (Ant/OL-5)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/21/183074/128/101/Remaja-16-Tahun-Jual-Diri-Dijaring

solusi dari kasus diatas
Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Diharapkan kerjasama dari ketiganya akan mampu mengatasi bahaya pergaulan bebas di kalangan remaja. Keluarga bukan hanya tempat para remaja ini untuk menumpang hidup, makan dan tidur semata, melainkan di dalam keluarga para remaja akan memperoleh pendidikan informal sebagai bekal mereka hidup di luar lingkungan keluarganya. Jangan sampai keluarga hanya tahu mereka baik di dalam rumah, tetapi di luar rumah mereka lepas kendali. Jadi, harus ada komunikasi di antara kedua belah pihak. Sekolah juga bukan hanya tempat ia mencari ilmu, melainkan juga sebagai tempat ia untuk belajar mandiri dan bersosialisasi dengan masyarakat. Masyarakat sebagai “polisi sosial” harus mampu mengontrol tingkah laku para remaja. Masyarakat tidak boleh bertindak masa bodoh, acuh tak acuh melihat pergaulan para remaja yang sudah melanggar norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.

5 Kapal Perang Indonesia Siaga Gara-gara Malaysia Siksa Nelayan

Tema : Warga Negara dan Negara

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

NUNUKAN,TRIBUNNEWS.COM -- Hingga Jumat (19/11/2010) sore ini sudah ada lima kapal perang yang bertugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan. Tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) sebelumnya memang telah bertugas di perairan sekitar Pulau Karang Unarang, sementara dua KRI lainnya baru didatangkan untuk memperkuat pengamanan perbatasan.

Pasop Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Kapten Laut (P) Ghofar mengatakan, diturunkannya KRI ke Nunukan untuk menambah kekuatan yang ada sebelumnya, tidak lepas dari kejadian yang terjadi di sekitar perbatasan RI-Malaysia di Pulau Sekaca.

Dalam kasus itu, empat nelayan Indonesia diduga telah dianiaya Polis Gerakan Am (PGA) Malaysia. "Dengan adanya kejadian di Sungai Kaca itu, TNI AL menambah pengamanan. Intensitas kita sebagai pengaman di laut ditingkatkan untuk lebih berhati-hati terhadap segala ancaman," ujarnya.

Komandan KRI Tedung Selar 824 Mayor Laut (P) Ranu Samaji mengatakan, KRI Tedung Selar ditarik dari tempat tugasnya di Selat Makassar untuk melakukan patroli di perbatasan RI-Malaysia di Karang Unarang, Ambalat.

"Ini kali keduanya kami melakukan patroli rutin ke wilayah Ambalat. Kita melaksanakan operasi rutin yang biasa digelar secara rutin. Rencananya sekitar 75 hari kami melakukan patroli," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan Indonesia Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi diduga disiksa Polis Gerakan Am Malaysia saat memancing di perairan perbatasan RI-Malaysia. Selain ditampar dan direndam di laut serta dipaksa berenang ke Pos Pamtas TNI
AD Pulau Sekaca, para WNI itu juga diminta menyerahkan uang senilai Rp 5 juta dan dua senapan angin. (*)

http://www.tribunnews.com/2010/11/19/buntut-penyiksaan-nelayan-oleh-polis-malaysia-5-kri-siaga

Solusi:

pelu adanya tindakan yang keras yang harus dilakukan oleh SBY terhadap negara tetangga yang suka bikin ulah. bila terjadi suatu pelanggaran hendaklah diurus dengan sangat hati2

Paus Benediktus XVI Kecam Larangan Cadar di Perancis

Tema : Agama dan Masyarakat

TEMPO Interaktif, Berlin - Kejutan itu dari Berlin, Jerman. Paus Benediktus XVI mengkritik sebuah undang-undang di Prancis yang melarang para perempuan Muslim mengenakan jilbab Islam penuh di depan umum. Disebutkan dalam sebuah buku yang baru akan terbit Selasa mendatang, Paus menyatakan perempuan seharusnya dapat mengenakannya dengan suka rela.

"Mengenai burqa, saya tidak melihat satu alasan untuk larangan secara umum," kata Paus itu dalam sebuah rangkaian wawancara dalam bahasa Jerman yang akan diterbitkan dalam bentuk sebuah buku tersebut.

"Sejumlah perempuan tidak memakai burqa sepenuhnya dengan sukarela dan adalah wajah untuk berbicara tentang pelanggaran terhadap wanita itu. Tentu saja seseorang tak bisa setuju dengan itu," imbuh Paus. "Tapi jika mereka ingin mengenakannya dengan sukarela, saya tidak tahu mengapa orang lain harus melarang mereka," ujarnya, menurut sebuah salinan dalam teks Jerman yang diperoleh AFP dan dimuat The Straits Times hari ini.

Pelarangan jilbab sepenuh wajah alias cadar semacam burqa dan niqab sempat menjadi isu terpanas di Prancis beberapa pekan lalu. Pemerintah mengatakan tujuannya untuk melindungi hak-hak perempuan. Tetapi para pengkritik menyebut hal itu adalah stigmatisasi terhadap Muslim.

The Straits Times

http://www.tempointeraktif.com/hg/eropa/2010/11/21/brk,20101121-293172,id.html

Solusi:
pemerintah perancis seharusnya lebih memberikan hak warganya akan kebebasan memakai jilbab. intinya saling menghormati antar keyakinan.

Bibir Digunting Majikan, Sumiati Masih Syok


Foto: blogspot.com
JAKARTA - Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang disiksa majikan di Arab Saudi, Sumiati binti Salan Mustapa masih syok dan sulit untuk diajak berkomunikasi. Untuk itu, pemerintah melalui Konsulat Jenderal RI di Jeddah akan menunggu kondisi Sumiati pulih untuk dimintai keterangan.

"Konjen RI di Jeddah sudah melakukan pendampingan terhadap TKW kita dan memastikan korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan," kata Jubir Kementrian Luar Negeri Michael Teene kepada okezone, Senin (15/11/2010).

Michael mengatakan saat ini pemerintah sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat. "Proses hukum sedang berjalan dan kita sudah persiapkan seorang pengacara untuk proses hukum selanjutnya," imbuhnya.

Tidak hanya itu, pemerintah saat ini tengah menelusuri keberadaan keluarga korban karena keluarga korban belum mengetahui kejadian ini. "Kita sedang telusuri keberadaan keluarganya untuk menginformasikan ini melalui perusahaan yang mengirimnya," tutup Michael yang juga mengatakan korban merupakan tenaga kerja legal.

Penyiksaan yang dialami Sumiarti terkuak saat 8 November lalu dia dibawa ke Rumah Sakit King Fahd di Madinah. Luka-luka di sekujur tubuhnya menunjukkan bahwa dia mengalami siksaan yang parah, terlebih Sumiati kehilangan sebagian dari bibirnya karena digunting oleh majikannya.(bul)
(hri)

http://news.okezone.com/read/2010/11/15/337/393499/bibir-digunting-majikan-sumiati-masih-syok

Solusi untuk kasus diatas:
1. pemerintah memberikan sangsi yang keras terhadap perusahaan-perusahaan yang mengirimkan para tki ke luar negri tanpa skill yang memadai.
2.sekarang ini pemerintah akan memberikan para tki hp agar bisa langsung memberikan informasi bila adanya penganiayaan seperti sebelum-sebelumnya

Polisi Hentikan Tawuran Warga Johar Baru dengan Gas Air Mata

Tema : Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan



Jakarta - Bentrokan warga di Kelurahan Baladewa dan Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, berhasil dihentikan petugas. Warga yang bentrok ngacir setelah polisi menembakkan gas air mata di sekitar lokasi bentrokan.

Pantauan detikcom, Minggu (21/11/2010), pukul 18.30 WIB, ratusan polisi gabungan dari Poslek Cempaka Putih, Polsek Kemayoran, dan Polsek Johar Baru masih berada di lokasi. Mereka tampak mengamankan lokasi bentrokan yang masih berantakan.

Di sepanjang jalan yang menghubungkan Kelurahan Baladewa dan Tanah Tinggi, tampak berserakan pecahan kaca, batu dan batu bata. Rumah warga juga banyak yang hancur karena dilempari massa. Sementara Poskamling yang berada di Kelurahan Tanah Tingi juga rusak parah. Ironisnya, di Poskamling yang rusak parah tersebut ditempeli spanduk bertuliskan "Mari jaga kampung kita, hindari tawuran karena merugikan kita semua".

Memurut salah satu petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya, tawurana berawal saat adanya aksi pembacokan dari salah satu warga di kampung tersebut. "Aksi pembacokan ini bebuntut balas dendam sehingga warga melakukan penyerangan," ujarnya tanpa menyebut warga dari kampung mana dulu yang memulai.

Sementara menurut warga, Ahmad, aksi tawuran ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB. "Sudah dari jam 2 anak-anak sudah pada ngumpul. Pecahnya tadi sore. Bahkan orang yang hajatan di Baladewa dan bazar malam bubar karena takut," cerita Ahmad.

Ahmad menceritakan, yang pertamakali menyerang dalah warga dari Baladewa. Kedua kampung ini menurut Ahmad memang musuh bebuyutan sejak dulu.

"Kakek saya dulu juga pernah berantem," ungkapnya.

http://www.detiknews.com/read/2010/11/21/181157/1498802/10/warga-di-johar-baru-jakpus-bentrok-polisi-dilempari-petasan?991103605

fakta:
sebuah penelitian menyimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan aksi kekerasan kolektif dalam masyarakat Indonesia. Pada masa Orde Lama aksi kekerasan kolektif terjadi sebanyak 65 kali (17,1 persen. Sedangkan pada masa Orde Baru terjadi peningkatan yang sangat besar yakni sebanyak 168 (44,1 persen) dan pada masa pasca-Orde Baru (Orde Reformasi) terjadi sebanyak 148 (38,8 persen) aksi kekerasan kolektif. Dengan rentang waktu yang masih relatif pendek (3 tahun ) menunjukkan bahwa pasca-Orde Baru terjadi peningkatan yang signifikan aksi kekerasan kolektif masyarakat.
Krisis ekonomi nasional ikut pula menyebabkan kehidupan ekonomi masyarakat semakin terpuruk. Sebagian besar masyarakat yang tidak berdaya dari segi ekonomi itu adalah anak-anak muda. Beberapa penelitian terhadap anak-anak muda di kota besar menunjukan bahwa sebagian besar para pemuda adalah penganggur. Mereka digambarkan sebagai kelompok masyarakat yang putus asa terhadap kondisi mereka.


solusi terhadap kasus tawuran antar warga:


Perubahan Budaya
Bagaimana mengatasi permasalahan ini? Nampaknya peristiwa ini bukanlah peristiwa yang dengan mudah dapat disembuhkan. Pemasangan pagar pembatas yang tinggi sebagaimana dilakukan di Matraman tidak juga membawa hasil. Ikrar perdamaian sudah tidak bisa dihitung lagi jumlahnya saking sering dilakukan. Oleh karena tawuran warga sudah menjadi tradisi, maka salah satu cara mengatasi masalah ini adalah melakukan rehabilitasi sosial atau perubahan budaya.

Penyelesaian dengan cara ini tidak hanya dengan melakukan training atau out bound belaka, namun harus ditindaklanjuti oleh sebuah program yang terintegrasi. Para warga harus disadarkan tentang kondisi mereka sekarang yang tidak normal itu dan menanyakan kondisi apa yang mereka inginkan. Dari sanalah kita dapat mengetahui apa saja kesenjangan yang terjadi. Kesenjangan itulah yang harus dipenuhi dan hal ini akan menjadi budaya baru mereka. Saya yakin budaya baru tersebut dambaan semua warga yang bertikai, namun budaya tersebut tidak pernah muncul karena pewarisan dendam dan perasaan was-was akan diserang oleh pihak musuh.

Walaupun demikian perubahan budaya yang saya maksud tidak dapat dicapai hasilnya dalam jangka waktu yang pendek. Sebagai program jangka pendek harus dilakukan penindakan secara tegas siapa-siapa saja otak tawuran dan polisi harus memberikan perhatian yang serius terhadap beberapa tempat yang memiliki potensi tawuran yang besar. tidak boleh dilupakan bahwa perbaikan kehidupan ekonomi warga setempat terutama para pemuda adalah langkah yang dapat dilakukan dan hal ini adalah kewajiban pemerintah terhadap rakyatnya.

Selasa, 09 November 2010

tes

tes
 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies