Rabu, 13 April 2011
Atheist
Selasa, 12 April 2011
Tari Gandrung
Senin, 11 April 2011
PSK berharap?
Kamis, 07 April 2011
Kegelisahan yang selalu menyelimuti
Selasa, 05 April 2011
Si Bocah Malam
Minggu, 20 Maret 2011
Arti Penderitaan Bagi Orang Awam
Penderitaan menurut saya adalah sesuatu hal yang tidak mengenakkan bagi kita, dimana kita dapat merasa sedih, kecewa, putus asa, marahdan hal-hal lain yang membuat kita merasa tertekan. Kenapa ya setiap manusia harus mengalami derita? Kalau kata Khalil Gibran. “Pedihnya derita, adalah pecahnya peristiwa, koyaknya kulit ari yang membungkus kesadaran pengertian”. Dari sudut pandang orang awam seperti saya maksud dari sang penyair terkenal itu adalah wujud dari rasa perhatian Tuhaan terhadap hambanya. Jadi tuhan akan memberikan penderitaan kepada setiap hambanya sebagai pembelajaran agar menjadi manusia yang lebih baik lagi. Sebut saja itu sebuah ujian dari Tuhan. Contoh gampangnya saja, setiap murid pasti menghadapi ujian untuk melangkah ke kelas yang lebih tinggi. Bila mereka lulus pastinya. J. Lulus atau tidaknya dari ujian tersebut tergantung dari setiap usaha individunya, apakah dia mampu atau tidak menghadapi ujian tersebut.
Jadi sekarang kita sedikit mengerti kenapa penderitaan itu ada. Tapi kenapa ya terkadang beban derita yang kita hadapi tidak seringan dengan penderitaan orang lain. Setelah saya pikir matang-matang ternyata penderitaan itu relatif ya..? contoh: bagi anak kecil kehilangan mainan kesayangannya adalah penderitaan yang besar buat mereka. Bagi beberapa remaja bila putus cinta, terasa akan akhir dari dunia. Jadi saya berkesimpulan, setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, oleh karena itu Tuhan memberikan cobaan yang berbeda di setiap individu. Yang saya yakini, Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya melebihi kapasitasnya, dan kata orang bijak lagi, tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati.
Memang terkadang kita tidak sanggup menghadapi cobaan yang dibetikan Tuhan. Sangat menyesakkan. Sakit. Tidak ingin berurusan lagi. Lebih dari itu, bahkan sesekali terbesit dipikiran untuk menghindar dan mengingkarinya. Tidak sedikit orang yang bunuh diri akibat tidak kuat menanggung derita yang dihadapi. Tapi apakah dengan menghindar, atau mengingkari masalah dapat selesai? Sekali lagi jawaban saya adalah absolutly,no. Masalah bila kita hindari akan semakin besar. Sesulit apapun masalah atau cobaan yang kita hadapi, haruslah dihadapi dengan berjiwa besar. Lapang dada. Dewasa. Saya pun masih harus banyak belajar dalam tahap ini. Tahap dimana kita harus ikhlas dan sabar. Apalagi dengan jiwa muda ini, sering kali kita bersikap kurang dewasa saat menghadapi masalah. Marah-marah, menyalahkan orang lain, bahkan terkadang Tuhan pun disalahkan, kenapa ini semua tidak adil. Tentu saja hal itu salah, emosi terkadang ikut campur dalam hal itu. Tidak bisa mengontrol diri. Penyesalan yang diakhir.
Kesabaran, keikhlasan akan cobaan dan penderitaan. Tegar walau serasa petir menggelegar. Bangkit walaupun sulit. Percaylah kepada Allah.
Sumber gambar : http://toilethenchan.blogspot.com/2010_05_01_archive.html
Rabu, 16 Maret 2011
Keadilan yang Sebelah Mata
Banyumas - Nenek Minah (55) tak pernah menyangka perbuatan isengnya memetik 3 buah kakao di perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan (RSA) akan menjadikannya sebagai pesakitan di ruang pengadilan. Bahkan untuk perbuatannya itu dia diganjar 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan.
Ironi hukum di Indonesia ini berawal saat Minah sedang memanen kedelai di lahan garapannya di Dusun Sidoarjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, pada 2 Agustus lalu. Lahan garapan Minah ini juga dikelola oleh PT RSA untuk menanam kakao.
Ketika sedang asik memanen kedelai, mata tua Minah tertuju pada 3 buah kakao yang sudah ranum. Dari sekadar memandang, Minah kemudian memetiknya untuk disemai sebagai bibit di tanah garapannya. Setelah dipetik, 3 buah kakao itu tidak disembunyikan melainkan digeletakkan begitu saja di bawah pohon kakao.
Dan tak lama berselang, lewat seorang mandor perkebunan kakao PT RSA. Mandor itu pun bertanya, siapa yang memetik buah kakao itu. Dengan polos, Minah mengaku hal itu perbuatannya. Minah pun diceramahi bahwa tindakan itu tidak boleh dilakukan karena sama saja mencuri.
Sadar perbuatannya salah, Minah meminta maaf pada sang mandor dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. 3 Buah kakao yang dipetiknya pun dia serahkan kepada mandor tersebut. Minah berpikir semua beres dan dia kembali bekerja.
Namun dugaanya meleset. Peristiwa kecil itu ternyata berbuntut panjang. Sebab seminggu kemudian dia mendapat panggilan pemeriksaan dari polisi. Proses hukum terus berlanjut sampai akhirnya dia harus duduk sebagai seorang terdakwa kasus pencuri di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto.
Dan hari ini, Kamis (19/11/2009), majelis hakim yang dipimpin Muslih Bambang Luqmono SH memvonisnya 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan selama 3 bulan. Minah dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian.
Selama persidangan yang dimulai pukul 10.00 WIB, Nenek Minah terlihat tegar. Sejumlah kerabat, tetangga, serta aktivis LSM juga menghadiri sidang itu untuk memberikan dukungan moril.
Hakim Menangis
Pantauan detikcom, suasana persidangan Minah berlangsung penuh keharuan. Selain menghadirkan seorang nenek yang miskin sebagai terdakwa, majelis hakim juga terlihat agak ragu menjatuhkan hukum. Bahkan ketua majelis hakim, Muslih Bambang Luqmono SH, terlihat menangis saat membacakan vonis.
"Kasus ini kecil, namun sudah melukai banyak orang," ujar Muslih.
Vonis hakim 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan selama 3 bulan disambut gembira keluarga, tetangga dan para aktivis LSM yang mengikuti sidang tersebut. Mereka segera menyalami Minah karena wanita tua itu tidak harus merasakan dinginnya sel tahanan
sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/11/19/152435/1244955/10/mencuri-3-buah-kakao-nenek-minah-dihukum-1-bulan-15-hari?991101605
Diatas merupakan salah satu kasus yang sangat memilukan..dimana seorang nenek yang hanya ketauan mencuri 3 buah kakao dipenjara, ya..memang mencuri itu taidak baik,tapi bagaimana dengan para koruptor-koruptor yang berkedok sebagai anggota dewan yang sudah-sudah ketahuan bersalah tidak dihukum?
Coba saja lihat seorang Gayus Tambunan!soerang mafia pajak yang sudah merugikan negara yang kabarnya bisa sampai triliyunan rupiah bisa jalan-jalan nonton tenis, padahal sedang menjalani masa hukuman penjara?Ada lagi mengenai pejabat yang diberikan mobil mewah baru oleh pemerinta yang harganya melebihi 1 milyar tiap mobilnya, sayapun sebagai orang awan melihatnya terlalu miris. karena masih ada yang lebih penting dari pada membelikan pejabat mobil mewah, alokasikan saja dananya ke daerah-daerah yang gedung sekolahnya sudah bobrok, bisa saja kan?
Selasa, 15 Maret 2011
Keindahan yang Mulai Rusak

badai katrina

badai gurun di Afrika

ribuan ikan mati


ribuan burung mati
Pemanasan global merupakan fenomena global yang disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia, pertambahan populasi penduduk, serta pertumbuhan teknologi dan industri. Oleh karena itu peristiwa ini berdampak global. Jadi ironis sekali jika ada sekumpulan orang mengkampanyekan akan bahayanya global warming, tp aktivitas manusia yang diseluruh dunia memicu global warming.
Pemanasan global sudah didepan mata, tapi kita hanya duduk santai dan sekedar mencermati apa sih global warming, dampaknya bagaimana sih, tanpa melakukan tindakan sedikitpun. NATO (no action, talk only). Kita tidak harus memulai mencegah pemanasan global dengan tindakan-tindakan yang besar. Kita bisa memulai hal-hal kecil yang berrpengaruh besar bagi bumi kita ini. Act locally, think globally.
ya, itu bisa kita jadikan slogan kita sebagai memerangi pemanasan global. Bertindak secara lokal, berfikir secara global. Bisa kita mulai dari, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan listrik seperlunya saja, kurangi berpegian dengan kendaraan bermotor, menggunakan kembali tas plastik untuk berbelanja, mulai menanami pohon bila ada lahan. Hal-hal kecil seperti itu lah yang berpengaruh besar terhadap bumi kita ini. pikirkan bila seluruh negara mulai menggurangi berkendaraan bermotor, cukup satu hari saja! polusi akan berkurang secara drastis. Tentunya kita semua sudah tau akan adanya program Earth hour.
EARTH HOUR adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, yang berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya. Tahun ini, Earth Hour dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2011 pukul 20.30 - 21.30 (waktu setempat).
Seberapa besar pengaruh EARTH HOUR bagi Jakarta?
Dengan mematikan lampu-lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam dapat memberikan kontribusi kepada penghematan listrik di Jakarta serta mendukung program efisiensi energi yang diinisiasi pemerintah pada pukul 17.00 - 22.00.
Apabila 10% penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh, yakni setara dengan:
- Mematikan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa
- Menghemat 267,3 ton CO2
- Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya)
- Persediaan O2 untuk lebih dari 534 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya)
- Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-
** 10% penduduk Jakarta diasumsikan 700 ribu orang mematikan 2 lampu setiap rumah.
Sumber data earth hour : http://www.earthhour.wwf.or.id/about.phpCinta Hina Anak Jaman Sekarang

Setiap manusia mempunyai perasaan untuk mencintai. Rasa cinta merupakan rasa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Ada yang bilang tanpa cinta,hidup terasa hampa. Kosong. Bahkan cinta juga dapat membuat seseorang jadi gila. Ya, ini bukan sekedar omong kosong. Ada beberapa kasus di kepolisian, tentang seseorang yang nekat mengakhiri hidupnya karena putus cinta. Tragis. Apakah cinta itu harus berakhir tragis seperti itu? Tentu tidak, cinta seharusnya berakhir dengan indah. Bahagia. Dan sampai pada akhirnya saya memutuskan úntuk membahas cinta anak muda jaman sekarang terhadap pasangannya.
Kenapa? Kenapa saya harus membahas cinta anak muda jaman sekarang? Apakah cinta anak muda terhadap pasangannya terlalu indah untuk dijelaskan?kalahkah perasaan cinta yang lain seperti cinta kepada Tuhan,orang tua, yang luar biasa indah? Jawaban saya absolutly, NO. Cinta anak muda jaman sekarang adalah hal yang tidak pantas disebut cinta. Cinta mereka begitu jauh dari arti cinta yang sesungguhnya. Cinta mereka itu hina.
Teman saya sendiri, sewaktu saya masih duduk di semester 1 dan 2. Sebut saja dia Jayen. Jayen seringkali curhat kepada saya tentang pacarnya yang masih duduk di bangku SMP. Sempat terkaget saat dya menceritakan sudah ML beberapa kali dengan pacarnya. Sudah gila memang jaman sekarang. Kasus seperti tersebut adalah salah satu dari sekian banyak kasus yang terjadi disekitar saya.
Gaya pacaran anak muda jaman sekarang yang masih bisa dibilang normal sampai extrem seperti mulai dari berpegangan tangan, berangkulan, berpelukkan, berciuman pipi, berciuman bibir, meraba-raba dada, meraba-raba alat kelamin, menggesek-gesekkan alat kelamin, oral seks dan berhubungan intim. Lebih parahnya lagi, bahkan ada yang sempat mengabadikan momen-momen berpacaran mereka seperti direkam dengan hp atau difoto. Tidak puas dengan itu, bahkan ada yang dengan bangganya mereka meng-upload foto-foto atau video mesum mereka ke account pribadi mereka di situs-situ jejaring sosial. Facebook atau twitter. Foto-foto mereka berciuman, berpelukan, dan hal-hal yang lebih parah lagi. Memang sudah putus urat malu mereka. Kacau.
Sempat mencari data diinternet untuk memperkuat argumen yang telah saya utarakan sebelumnya, agar tidak terdengar seperti omong kosong:
Survei Komnas Anak Di 12 Provinsi (4500 remaja sebagai responden)
1. 93,7 % pernah berciuman hingga petting (bercumbu)
2. 62,7 % remaja SMP sudah tidak perawan
3. 21,2 % remaja SMA pernah aborsi
Survey Synovate Research
1. 44% mengaku punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun.
2. 16% mengaku pengalaman seks di dapat di usia 13-15 tahun.
3. Tempat melakukan seks di rumah (40%), kamar kos (26%) dan hotel (26%)
Data Maret 2009
Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia
1. 32% remaja 14 – 18 tahun pernah berhubungan seks
2. 21,2% remaja putri pernah melakukan aborsi
3. 97% penyebab remaja melakukan seks yaitu dari internet.
Sangat memperihatinkan bila melihat survei diatas. Jika hal ini tidak ingin terus berlangsung, maka pihak orang tua harus banyak menanamkan pendidikan agamis lebih kepada anak-anaknya. Jika hal itu bisa dilakukan, bukan tidak mungkin tindakan seperti demikian lambat laun akan menghilang dan moral anak bangsa perlahan-lahan akan naik kembali. Semoga saja hal itu bisa terwujud. Amin.
Memang tidak semua anak muda jaman sekarang berpacaran seperti yang saya sudah sebutkan sebelumnya. Yang saya harapkan mereka yang belum terpengaruh oleh budaya pacaran orang barat itu, dapat menolak atau menghindari dari hal seperti itu. Salut dan full respect kepada mereka yang masih berpegang teguh terhadap norma-norma yang ada.
sumber gambar : http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2009/10/tes1.jpg
Minggu, 28 November 2010
Analisa Film
Inti dari film tersbut adalah kekerasan yang terjadi pada pacaran. Hal ini disebabkan menurut film, karena sikap jaka yang mudah marah dan terlalu cemburu, tidak percaya terhadap pacarnya sendiri. Jaka disini seperti memiliki 2 kepribadia. Saat dya marah, seakan orang lain, karena sangat berbeda sekali saat dya biasa saja. Disamping pemarah jaka juga bisa dibilang memanfaatkan pacarnya secara keuangan, karena apa-apa yang keluar uang pada saat jaka dan pacarnya jalan, pasti pacarnya yang mengeluarkan uang, bukan jaka.
Jaka sangat kasar bila sedang marah. Bisa memukul, menendang, menjambak sampai mendorong pacarnya hingga jatuh. Sampai pada akhirnya pacarnya jaka tidak tahan terhadap sikap jaka, dan mereka putus.
Pacaran banyak dilakukan oleh remaja. Sedangkan remaja emosinya masih sangat tidak stabil. Banyak hal-hal yang diluar nalar dilakukan oleh para remaja. Maka tugas Negara lah sebenarnya untuk melindungi remaja sebagai penerus Bangsa.
Remaja sebaiknya mempersiapkan diri, membekali diri untuk menghadapi masa dewasanya kelak. Bisa dengan sekolah, bekerja sambil sekolah, ataupun fokus pada hobi dan kesenangannya yang bermanfaat. Sehingga nantinya ketika tiba pada masa dewasa sudah siap. Jika masa dewasa dapat disongsong dengan mantap, maka urusan jodoh pun juga akan mudah, tidak usah melalui pacaran.
Bila terjadi kekerasan haruslah segera memberitahu orang terdekat. Disini dukungan keluarga atau teman terdekat sangatlah penting.
Habis Lebaran, Terbitlah Urbanisasi
Tema : Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
Memang sampai saat berita di Kompas.com–arus balik belum terlihat. Namun, kedatangan di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, yang dibentuk dalam shift 1 dan 2, sampai saat (pukul 14:10, 14 Sep 2010) ini belum ada berita kedatangan para pemudik kembali ke Jakarta.
Jumlah saudara kita yang pemudik yang kembali ke Jakarta, hingga 17-ribuan. Data yang disarikan dari Kompas ini memang menurun dari tahun sebelumnya pada hari yang sama, H+2. Ada kemungkinan jumlah ini terus flat sampai dianalisa sudah selesai jumlah arus balik ke Jakarta.
Demikian yang harus dipahami bersama, jika jumlah seperti itu logikanya akan makin bertambah urbanisasi penduduk ke Jakarta. Sementara, jumlah pemudik secara akurat tidak dipunyai oleh masing-masing instansi pemerintahan daerah setempat. Urbanisasi akan lebih baik ketika tidak dipengaruhi faktor ekonomi. Namun, jika hal ini tetap dibiarkan maka tidak ada gunanya data Biro Pusat Statistik yang menunjukkan angka penduduk di Jakarta sekian jumlahnya (akan melebihi 8-jutaan).
Yang lebih membingungkan, jika penduduk yang kembali ke Jakarta dengan alasan kepada ketua RT setempat untuk tinggal sementara. Setelah itu, siapa juga yang mau mengawasi seberapa lama sudaranya keluarga si “A” akan tinggal berapa lama.
Sebenarnya, urbanisasi macam apa sih yang tidak perlu dikhawatirkan? Urbanisasi tentu akan berefek pada ekonomi daerah setempat yang ditinggalinya setelah keadatangannya ke daerah tersebut. Tidak seperti menebar beras pada tampah, untuk dimakan oleh banyak ayam, namun lebih dari sekedar kesempatan bagi urban sebelumnya, tingkat kemiskinan di daerah tersebut makin berlipat ganda, bahkan lebih.
Jangan hanya untuk menyenangkan keluarga atau sanak saudara, penataan kota yang selalu menjadi pekerjaan rumah bagi guebrnur DKI Jakarta makin berantakan. Masalah urbanisasi akan selesai apabila pemerintah mau berfikir keras dan menerapkan otonomi dengan sebaik-baiknya. Agar pemerataan “kue ekonomi” merata di semua daerah. Itulah penyakit akut kota DKI Jakarta yang tak pernah sembuh, yaitu adalah Urbanisasi.##
http://lomba.kompasiana.com/puasa-dulu-baru-lebaran/2010/09/14/habis-lebaran-terbitlah-urbanisasi/
Mencegah Urbanisasi Setelah Mudik
Berikut ini mungkin bisa membantu mengurangi syukur kalau bisa mencegah arus urbanisasi:
1. Pertama tentu peran pemerintah pusat sangat tinggi dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih terencana dan permanen di desa, terutama desa tertinggal, lewat menteri yang terkait.
2. Peranan bupati kepala daerah, pemda, kepala desa sangat dibutuhkan dalam memberi prioritas pembangunan pedesaan terutama dalam pengurangan kemiskinan dan peluang penciptaan tenaga kerja.
3. Perlu adanya insentif bagi pemuda yang mau membantu atau berperan dalam pembangunan pedesaan,
4. Perlunya penggalanan dana baik dari pajak, zakat dan shodakoh untuk membangkitkan peluang usaha baru,
5. Perlu ada komunikasi kota desa sehingga untuk setiap pemuda yang meninggalkan desa harus berkonteribusi dalam pembangunan desa,
6. Hindari profokasi yang berlebihan terhadap enaknya hidup di kota,
7. Promosikan enaknya hidup di desa (seperti yang selama ini saya lakukan, kekekeke)
8. Waktu mudik jangan pamer kekayaan, tapi sumbangkanlah sebanyak banyaknya dana untuk membantu usaha di desa.
9. Usahakan membeli segala kebutuhan di desa ketika mudik (kecuali tidak ada) dan promokan produk desa ke kota ketika kembali ke kota.
Habis Lebaran, Terbitlah Urbanisasi
Tema : Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
Memang sampai saat berita di Kompas.com–arus balik belum terlihat. Namun, kedatangan di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, yang dibentuk dalam shift 1 dan 2, sampai saat (pukul 14:10, 14 Sep 2010) ini belum ada berita kedatangan para pemudik kembali ke Jakarta.
Jumlah saudara kita yang pemudik yang kembali ke Jakarta, hingga 17-ribuan. Data yang disarikan dari Kompas ini memang menurun dari tahun sebelumnya pada hari yang sama, H+2. Ada kemungkinan jumlah ini terus flat sampai dianalisa sudah selesai jumlah arus balik ke Jakarta.
Demikian yang harus dipahami bersama, jika jumlah seperti itu logikanya akan makin bertambah urbanisasi penduduk ke Jakarta. Sementara, jumlah pemudik secara akurat tidak dipunyai oleh masing-masing instansi pemerintahan daerah setempat. Urbanisasi akan lebih baik ketika tidak dipengaruhi faktor ekonomi. Namun, jika hal ini tetap dibiarkan maka tidak ada gunanya data Biro Pusat Statistik yang menunjukkan angka penduduk di Jakarta sekian jumlahnya (akan melebihi 8-jutaan).
Yang lebih membingungkan, jika penduduk yang kembali ke Jakarta dengan alasan kepada ketua RT setempat untuk tinggal sementara. Setelah itu, siapa juga yang mau mengawasi seberapa lama sudaranya keluarga si “A” akan tinggal berapa lama.
Sebenarnya, urbanisasi macam apa sih yang tidak perlu dikhawatirkan? Urbanisasi tentu akan berefek pada ekonomi daerah setempat yang ditinggalinya setelah keadatangannya ke daerah tersebut. Tidak seperti menebar beras pada tampah, untuk dimakan oleh banyak ayam, namun lebih dari sekedar kesempatan bagi urban sebelumnya, tingkat kemiskinan di daerah tersebut makin berlipat ganda, bahkan lebih.
Jangan hanya untuk menyenangkan keluarga atau sanak saudara, penataan kota yang selalu menjadi pekerjaan rumah bagi guebrnur DKI Jakarta makin berantakan. Masalah urbanisasi akan selesai apabila pemerintah mau berfikir keras dan menerapkan otonomi dengan sebaik-baiknya. Agar pemerataan “kue ekonomi” merata di semua daerah. Itulah penyakit akut kota DKI Jakarta yang tak pernah sembuh, yaitu adalah Urbanisasi.##
http://lomba.kompasiana.com/puasa-dulu-baru-lebaran/2010/09/14/habis-lebaran-terbitlah-urbanisasi/
Mencegah Urbanisasi Setelah Mudik
Berikut ini mungkin bisa membantu mengurangi syukur kalau bisa mencegah arus urbanisasi:
1. Pertama tentu peran pemerintah pusat sangat tinggi dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih terencana dan permanen di desa, terutama desa tertinggal, lewat menteri yang terkait.
2. Peranan bupati kepala daerah, pemda, kepala desa sangat dibutuhkan dalam memberi prioritas pembangunan pedesaan terutama dalam pengurangan kemiskinan dan peluang penciptaan tenaga kerja.
3. Perlu adanya insentif bagi pemuda yang mau membantu atau berperan dalam pembangunan pedesaan,
4. Perlunya penggalanan dana baik dari pajak, zakat dan shodakoh untuk membangkitkan peluang usaha baru,
5. Perlu ada komunikasi kota desa sehingga untuk setiap pemuda yang meninggalkan desa harus berkonteribusi dalam pembangunan desa,
6. Hindari profokasi yang berlebihan terhadap enaknya hidup di kota,
7. Promosikan enaknya hidup di desa (seperti yang selama ini saya lakukan, kekekeke)
8. Waktu mudik jangan pamer kekayaan, tapi sumbangkanlah sebanyak banyaknya dana untuk membantu usaha di desa.
9. Usahakan membeli segala kebutuhan di desa ketika mudik (kecuali tidak ada) dan promokan produk desa ke kota ketika kembali ke kota.
Puluhan Gelandangan dan Pengemis Terjaring Razia
MI/Bagus Suryo/ip
Mereka dirazia saat berada di pasar, perempatan jalan, serta sejumlah tempat keramaian lainnya.
Kepala Seksi Operasi Satpol PP Banyumas Roni Hidayat menyatakan gelandangan, pengemis, dan orang telantar yang terjaring razia itu berumur antara 15 sampai 45 tahun atau usia produktif.
"Kami akan memilah-milah mereka. Kalau ada yang mengidap penyakit jiwa, akan langsung dimasukkan ke Rumah Sakit (RS) jiwa untuk mendapat rehabilitasi. Tetapi yang sehat akan dikirim ke sejumlah balai pelatihan kerja," ujar Roni, Kamis (25/11).
Berdasarkan hasil pendataan mereka yang terjaring razia sebagian besar berasal dari Kabupaten Kebumen, Wonosobo, dan sebagian dari Banyumas. "Alasan mereka datang ke Purwokerto karena kota ini dianggap potensial untuk mencari nafkah," katanya. (OL-01)
Urbanfest 2010 – The Rise Of Urban Sport Heroes
UrbanFest 2010 – The Rise Of Urban Sport Heroes
- Urban competition ; Futsal Gladiator, Streetball Gladiator Air Soft Gun Due, Contest: Graffiti, Installation, & Photography dengan nuansa baru yang belum pernah dilakukan di Pasar Seni Ancol, memotret kegairahan ekspresi berbagai komunitas perkotaan, mulai dari ekspresi budaya dan berkesenian, permainan sampai olahraga ekstrem.
- Urban music; More than 50 Indie Music - Electronic 8 bit - Human Beatbox, Collaboration
- Urban art; Graffiti Photography – Lomography Sneaker Art - Vector Art, Display Art (Sport Heroes Figure) - Installation Art
- Urban sport; Futsal - Streetball - Airsoft Gun - Parkour Skateboard & Inline skate - Martial Art – Gymnastics, Fun Bike - BMX Freestyle, Bicycle Pump Track – Galahsin.
- Urban exhibition; 50 Community - Art, Food & Beverage, Souvenir & Merchandise, Collectors & Collectibles
Busung Lapar Renggut Nyawa Bocah 9 Tahun
Tema : Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan
Sebelumnya, busung lapar di Lampung merenggut nyawa Maulana (5), warga Kotabaru, Panjang, Bandar Lampung, pada Rabu (3-6), pukul 02.00. Korban tewas lain, Elva Andreansyah (2), warga Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Wiji (12), warga Tanggamus, juga meninggal di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung karena busung lapar.
Sejak dibawa ke RSUAM pada Kamis (28-5) hingga ajal menjemput, Sukria dalam keadaan tidak sadar. Di RSUAM, Sukria dirawat selama tiga pekan. Namun, pada Rabu (17-6), pihak keluarga membawa pulang bocah kelas I SDN 2 Pempen Lamtim itu ke rumah pamannya di Tanggamus. "Biaya pengobatan memang ada yang membayar. Tapi. kami yang menunggu di rumah sakit
Kakak korban, Iyah (21), menuturkan sebelum meninggal suhu tubuh Sukria cukup tinggi. Dalam kondisi setengah sadar Sukria sempat mendapat perawatan dokter puskesmas setempat dan pada pergelangan tangannya dipasangi infus. "Badannya panas dan dia sempat kejang-kejang. Makanya keluarga langsung meminta bantuan petugas puskesmas," kata Iyah.
Namun, dokter puskesmas tidak berhasil menyelamatkan Sukria. Anak ketujuh pasangan Harudin dan almarhumah Sukenah ini mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 15.30. "Keluarga sudah pasrah dan berusaha mengikhlaskan kepergian Sukria. Mungkin ini jalan terbaik untuk adik saya," kata Iyah.
Senin petang, jasad Sukria dibawa kembali ke rumahnya di Lampung Timur. Jenazah bocah pengidap busung lapar yang disertai tuberkulosis itu dikebumikan sekitar pukul 08.00, kemarin.
http://beritanasional.blogspot.com/2009/06/busung-lapar-renggut-nyawa-bocah-9.html
Solusi dari masalah diatas:
Pemerintah seharusnya berperan lebih aktif dalam masalah ini. Seharusnya Indonesia adalah negara yang kaya akan alamnya, sehingga masyarakatnya dapat hidup makmur dan sejahtera. akan tetapi kenyataannya berbeda. masih banyak masyarakat indonesia yang masih dalam garis kemiskinan. tak lain salah satu penyebabbnya adalah korupsi yang dilakukan para "orang-orang berjas"
struktur pemerintahan harus dirombak total, agar tidak adanya lagi korupsi yang merugikan negara, sehingga banyak masyarakat yang harus menderita busung lapar karena kemiskinan. mulai dari kepala president yang harus lebih tegas dalam kasus-kasus korupsi, seharusnya hukum lebih ditegakkan akan kasus ini, seharusnya orang yang korupsi di hukum mati, agar mereka jera.
bila negara ini dapat terlepas akan kasus korupsi,pastilah masyarakatnya lebih sejahtera. tapi hal tersebut bagaikan mimpi yang hanya sekedar mimpi
Minggu, 21 November 2010
Remaja 16 Tahun Jual Diri Dijaring
"Remaja putri berinisial SH ini ternyata masih duduk d bangku sekolah," kata Kepala Bagian Oprasional Polres Tolitoli Komisaris Sutrisno di Tolitoli, Minggu (21/11). Polisi juga mengamankan juragan yang telah mempekerjakan remaja ini sebagai wanita penghibur dan akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Remaja putri tersebut bersama 11 rekannya yang lain terjaring razia penyakit masyarkat pada Minggu dini hari (21/11) di belakang Perumahan Nasional (Perumnas), lokasi permukiman penduduk di kota Tolitoli yang kerap kali dijadikan tempat maksiat. Kebanyakan pria hidung belang yang sering datang ke tempat prostitusi itu berasal dari luar kota Tolitoli.
Semua PSK yang terkena razia diamankan di Mapolsek Baolan guna pemeriksaan lebih lanjut. "Usai pemeriksaan, kami akan menyerahkan mereka ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi guna dilakukan pembinaan," ujarnya. Razia yang dilakukan polisi di sejumlah tempat porstitusi, rumah kos, hotel, dan penginapan di Tolitoli bertujuan untuk membasmi penyakit masyarakat. "Operasi penyakit masyarakat ini digelar mulai 8 hingga 28 November meendatang," katanya. (Ant/OL-5)
http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/21/183074/128/101/Remaja-16-Tahun-Jual-Diri-Dijaring
solusi dari kasus diatas
Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Diharapkan kerjasama dari ketiganya akan mampu mengatasi bahaya pergaulan bebas di kalangan remaja. Keluarga bukan hanya tempat para remaja ini untuk menumpang hidup, makan dan tidur semata, melainkan di dalam keluarga para remaja akan memperoleh pendidikan informal sebagai bekal mereka hidup di luar lingkungan keluarganya. Jangan sampai keluarga hanya tahu mereka baik di dalam rumah, tetapi di luar rumah mereka lepas kendali. Jadi, harus ada komunikasi di antara kedua belah pihak. Sekolah juga bukan hanya tempat ia mencari ilmu, melainkan juga sebagai tempat ia untuk belajar mandiri dan bersosialisasi dengan masyarakat. Masyarakat sebagai “polisi sosial” harus mampu mengontrol tingkah laku para remaja. Masyarakat tidak boleh bertindak masa bodoh, acuh tak acuh melihat pergaulan para remaja yang sudah melanggar norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.
5 Kapal Perang Indonesia Siaga Gara-gara Malaysia Siksa Nelayan
Tema : Warga Negara dan NegaraLaporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
NUNUKAN,TRIBUNNEWS.COM -- Hingga Jumat (19/11/2010) sore ini sudah ada lima kapal perang yang bertugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan. Tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) sebelumnya memang telah bertugas di perairan sekitar Pulau Karang Unarang, sementara dua KRI lainnya baru didatangkan untuk memperkuat pengamanan perbatasan.
Pasop Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Kapten Laut (P) Ghofar mengatakan, diturunkannya KRI ke Nunukan untuk menambah kekuatan yang ada sebelumnya, tidak lepas dari kejadian yang terjadi di sekitar perbatasan RI-Malaysia di Pulau Sekaca.
Dalam kasus itu, empat nelayan Indonesia diduga telah dianiaya Polis Gerakan Am (PGA) Malaysia. "Dengan adanya kejadian di Sungai Kaca itu, TNI AL menambah pengamanan. Intensitas kita sebagai pengaman di laut ditingkatkan untuk lebih berhati-hati terhadap segala ancaman," ujarnya.
Komandan KRI Tedung Selar 824 Mayor Laut (P) Ranu Samaji mengatakan, KRI Tedung Selar ditarik dari tempat tugasnya di Selat Makassar untuk melakukan patroli di perbatasan RI-Malaysia di Karang Unarang, Ambalat.
"Ini kali keduanya kami melakukan patroli rutin ke wilayah Ambalat. Kita melaksanakan operasi rutin yang biasa digelar secara rutin. Rencananya sekitar 75 hari kami melakukan patroli," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan Indonesia Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi diduga disiksa Polis Gerakan Am Malaysia saat memancing di perairan perbatasan RI-Malaysia. Selain ditampar dan direndam di laut serta dipaksa berenang ke Pos Pamtas TNI
AD Pulau Sekaca, para WNI itu juga diminta menyerahkan uang senilai Rp 5 juta dan dua senapan angin. (*)
http://www.tribunnews.com/2010/11/19/buntut-penyiksaan-nelayan-oleh-polis-malaysia-5-kri-siaga
Solusi:
pelu adanya tindakan yang keras yang harus dilakukan oleh SBY terhadap negara tetangga yang suka bikin ulah. bila terjadi suatu pelanggaran hendaklah diurus dengan sangat hati2
Paus Benediktus XVI Kecam Larangan Cadar di Perancis
Tema : Agama dan MasyarakatTEMPO Interaktif, Berlin - Kejutan itu dari Berlin, Jerman. Paus Benediktus XVI mengkritik sebuah undang-undang di Prancis yang melarang para perempuan Muslim mengenakan jilbab Islam penuh di depan umum. Disebutkan dalam sebuah buku yang baru akan terbit Selasa mendatang, Paus menyatakan perempuan seharusnya dapat mengenakannya dengan suka rela.
"Mengenai burqa, saya tidak melihat satu alasan untuk larangan secara umum," kata Paus itu dalam sebuah rangkaian wawancara dalam bahasa Jerman yang akan diterbitkan dalam bentuk sebuah buku tersebut.
"Sejumlah perempuan tidak memakai burqa sepenuhnya dengan sukarela dan adalah wajah untuk berbicara tentang pelanggaran terhadap wanita itu. Tentu saja seseorang tak bisa setuju dengan itu," imbuh Paus. "Tapi jika mereka ingin mengenakannya dengan sukarela, saya tidak tahu mengapa orang lain harus melarang mereka," ujarnya, menurut sebuah salinan dalam teks Jerman yang diperoleh AFP dan dimuat The Straits Times hari ini.
Pelarangan jilbab sepenuh wajah alias cadar semacam burqa dan niqab sempat menjadi isu terpanas di Prancis beberapa pekan lalu. Pemerintah mengatakan tujuannya untuk melindungi hak-hak perempuan. Tetapi para pengkritik menyebut hal itu adalah stigmatisasi terhadap Muslim.
The Straits Times
http://www.tempointeraktif.com/hg/eropa/2010/11/21/brk,20101121-293172,id.html
Solusi:
pemerintah perancis seharusnya lebih memberikan hak warganya akan kebebasan memakai jilbab. intinya saling menghormati antar keyakinan.
Bibir Digunting Majikan, Sumiati Masih Syok

Foto: blogspot.com
JAKARTA - Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang disiksa majikan di Arab Saudi, Sumiati binti Salan Mustapa masih syok dan sulit untuk diajak berkomunikasi. Untuk itu, pemerintah melalui Konsulat Jenderal RI di Jeddah akan menunggu kondisi Sumiati pulih untuk dimintai keterangan.
"Konjen RI di Jeddah sudah melakukan pendampingan terhadap TKW kita dan memastikan korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan," kata Jubir Kementrian Luar Negeri Michael Teene kepada okezone, Senin (15/11/2010).
Michael mengatakan saat ini pemerintah sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat. "Proses hukum sedang berjalan dan kita sudah persiapkan seorang pengacara untuk proses hukum selanjutnya," imbuhnya.
Tidak hanya itu, pemerintah saat ini tengah menelusuri keberadaan keluarga korban karena keluarga korban belum mengetahui kejadian ini. "Kita sedang telusuri keberadaan keluarganya untuk menginformasikan ini melalui perusahaan yang mengirimnya," tutup Michael yang juga mengatakan korban merupakan tenaga kerja legal.
Penyiksaan yang dialami Sumiarti terkuak saat 8 November lalu dia dibawa ke Rumah Sakit King Fahd di Madinah. Luka-luka di sekujur tubuhnya menunjukkan bahwa dia mengalami siksaan yang parah, terlebih Sumiati kehilangan sebagian dari bibirnya karena digunting oleh majikannya.(bul)
(hri)
http://news.okezone.com/read/2010/11/15/337/393499/bibir-digunting-majikan-sumiati-masih-syok
Solusi untuk kasus diatas:
1. pemerintah memberikan sangsi yang keras terhadap perusahaan-perusahaan yang mengirimkan para tki ke luar negri tanpa skill yang memadai.
2.sekarang ini pemerintah akan memberikan para tki hp agar bisa langsung memberikan informasi bila adanya penganiayaan seperti sebelum-sebelumnya
Polisi Hentikan Tawuran Warga Johar Baru dengan Gas Air Mata

Jakarta - Bentrokan warga di Kelurahan Baladewa dan Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, berhasil dihentikan petugas. Warga yang bentrok ngacir setelah polisi menembakkan gas air mata di sekitar lokasi bentrokan.
Pantauan detikcom, Minggu (21/11/2010), pukul 18.30 WIB, ratusan polisi gabungan dari Poslek Cempaka Putih, Polsek Kemayoran, dan Polsek Johar Baru masih berada di lokasi. Mereka tampak mengamankan lokasi bentrokan yang masih berantakan.
Di sepanjang jalan yang menghubungkan Kelurahan Baladewa dan Tanah Tinggi, tampak berserakan pecahan kaca, batu dan batu bata. Rumah warga juga banyak yang hancur karena dilempari massa. Sementara Poskamling yang berada di Kelurahan Tanah Tingi juga rusak parah. Ironisnya, di Poskamling yang rusak parah tersebut ditempeli spanduk bertuliskan "Mari jaga kampung kita, hindari tawuran karena merugikan kita semua".
Memurut salah satu petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya, tawurana berawal saat adanya aksi pembacokan dari salah satu warga di kampung tersebut. "Aksi pembacokan ini bebuntut balas dendam sehingga warga melakukan penyerangan," ujarnya tanpa menyebut warga dari kampung mana dulu yang memulai.
Sementara menurut warga, Ahmad, aksi tawuran ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB. "Sudah dari jam 2 anak-anak sudah pada ngumpul. Pecahnya tadi sore. Bahkan orang yang hajatan di Baladewa dan bazar malam bubar karena takut," cerita Ahmad.
Ahmad menceritakan, yang pertamakali menyerang dalah warga dari Baladewa. Kedua kampung ini menurut Ahmad memang musuh bebuyutan sejak dulu.
"Kakek saya dulu juga pernah berantem," ungkapnya.
http://www.detiknews.com/read/2010/11/21/181157/1498802/10/warga-di-johar-baru-jakpus-bentrok-polisi-dilempari-petasan?991103605
fakta:
sebuah penelitian menyimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan aksi kekerasan kolektif dalam masyarakat Indonesia. Pada masa Orde Lama aksi kekerasan kolektif terjadi sebanyak 65 kali (17,1 persen. Sedangkan pada masa Orde Baru terjadi peningkatan yang sangat besar yakni sebanyak 168 (44,1 persen) dan pada masa pasca-Orde Baru (Orde Reformasi) terjadi sebanyak 148 (38,8 persen) aksi kekerasan kolektif. Dengan rentang waktu yang masih relatif pendek (3 tahun ) menunjukkan bahwa pasca-Orde Baru terjadi peningkatan yang signifikan aksi kekerasan kolektif masyarakat.
Krisis ekonomi nasional ikut pula menyebabkan kehidupan ekonomi masyarakat semakin terpuruk. Sebagian besar masyarakat yang tidak berdaya dari segi ekonomi itu adalah anak-anak muda. Beberapa penelitian terhadap anak-anak muda di kota besar menunjukan bahwa sebagian besar para pemuda adalah penganggur. Mereka digambarkan sebagai kelompok masyarakat yang putus asa terhadap kondisi mereka.
solusi terhadap kasus tawuran antar warga:
Perubahan Budaya
Bagaimana mengatasi permasalahan ini? Nampaknya peristiwa ini bukanlah peristiwa yang dengan mudah dapat disembuhkan. Pemasangan pagar pembatas yang tinggi sebagaimana dilakukan di Matraman tidak juga membawa hasil. Ikrar perdamaian sudah tidak bisa dihitung lagi jumlahnya saking sering dilakukan. Oleh karena tawuran warga sudah menjadi tradisi, maka salah satu cara mengatasi masalah ini adalah melakukan rehabilitasi sosial atau perubahan budaya.
Penyelesaian dengan cara ini tidak hanya dengan melakukan training atau out bound belaka, namun harus ditindaklanjuti oleh sebuah program yang terintegrasi. Para warga harus disadarkan tentang kondisi mereka sekarang yang tidak normal itu dan menanyakan kondisi apa yang mereka inginkan. Dari sanalah kita dapat mengetahui apa saja kesenjangan yang terjadi. Kesenjangan itulah yang harus dipenuhi dan hal ini akan menjadi budaya baru mereka. Saya yakin budaya baru tersebut dambaan semua warga yang bertikai, namun budaya tersebut tidak pernah muncul karena pewarisan dendam dan perasaan was-was akan diserang oleh pihak musuh.
Walaupun demikian perubahan budaya yang saya maksud tidak dapat dicapai hasilnya dalam jangka waktu yang pendek. Sebagai program jangka pendek harus dilakukan penindakan secara tegas siapa-siapa saja otak tawuran dan polisi harus memberikan perhatian yang serius terhadap beberapa tempat yang memiliki potensi tawuran yang besar. tidak boleh dilupakan bahwa perbaikan kehidupan ekonomi warga setempat terutama para pemuda adalah langkah yang dapat dilakukan dan hal ini adalah kewajiban pemerintah terhadap rakyatnya.


