This blog is dedicated for campus assignments
this site the web

Recent Photos

image
image
image

Rabu, 13 April 2011

Atheist

Tema : manusia dan pandangan hidup

Menurut ayah saya pada jaman dahulu tingkat keimanan seseorang akan agama yang dipercayai masih tebal, kebanyakan masyarakat dituntut untuk mempunyai iman dan kepercayaan yang kuat akan suatu agama. Bilamana ada masyarakat tidak mempunyai keyakinan yang kuat maka akan dikucilkan oleh lingkungannya, dan bila ada masyarakat yang melanggar norma-norma nilai agama akan dianggap sebagai musuh masyarakat. Itulah pandangan hidup orang jaman dulu menurut ayah saya terhadap suatu keyakinan. Tapi berbeda dengan sekarang seakan kepercayaan akan agama semakin menipis dan memudar akibat pengaruh budaya asing ataupun perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pasti beberapa orang heran kenapa ilmu pengetahuan dapat merupah pandangan hidup seseorang akan keyakinan yang dianutnya. Sekarang ini ilmu pengetahuan berkembang sangatlah pesat. Kebanyakan masyarakat dituntut untuk bekerja lebih giat dan berfikir intuk menyelesaikan masalah secara ilmiah dan logika. Karena pada jaman moderen ini ilmu pengetahuan sangat berkembang pesat, timbullah efek samping seperti ada sekumpulan orang atau masyarakat yang berfikir dan mengambil dasar logika sebagai pandangan hidupnya

Jika seseorang tersebut sudah memakai logika untuk apa pun, maka keberadaan Tuhan bila dipandang secara logika maka keberadaannya tidak ada. Mereka lebih percaya terhadap ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang dituntun berfikir secara logis. Karena Tuhan tidak berwujud, mereka seakan ragu terhadap keberadaanNya,bahkan ada yang terang-terangan tidak percaya akan Tuhan.

dibawah ini terdapat prngakuan seseorang bahwa dia tidak percaya Tuhan karena logikanya sendiri. Orang tersebut adalah kakak kandung dari artis terkenal ibukota.

Selasa, 12 April 2011

Tari Gandrung

Tema : Analisis Film

Dalam film mengenai penari gandrung, saya dapat menyimpulkan bahwa, didalam film tersebut terdapat beberapa usur budaya dasar seperti,manusia dan tanggung jawab, manusia dan harapan, manusia dan penderitaan. Mulai dari manusia dan tanggung jawab. Pada film tersebut sang penari gandurng, harus bekerja sebagai penari gandrung untuk memenuhi kebutuhannya. Walaupun terasa berat karena menghadapi cemooh orang tentang pandangan negatif penari gandrung. Tanggung jawab besar lainnya yaitu penari tersebut harus bisa mengontrol situasi agar, tidak terjadi hal-hal yang diinginkan seperti tangan-tangan jahil, atau pelecehan terhadapnya, walaupun disisi lain sang penari harus tetap ramah dan tersenyum. Unsur selanjutnya mengenai manusia dan harapan, sang penari berharap ia sebagai penari gandrung dapat diterima dimasyarakat tanpa pandangan negatif. Sang penaripun berharap agar tari gandrung tidak hilan termakan jaman. Mengenai unsur yang lain yaitu manusia dan penderitaan. unsur budaya dasar yang ini lah yang sangat dekat dengan penari gandrung. Kebanyakan masyarakat disekitar melihat sang penari gandrung dengan sebelah mata. Mereka menganggap pekerjaan sebagai penari gandrung tidak baik. Sang penari terpaksa berpisah dengan sang suami tercinta karena ibu mertuanya tidak suka serta menganggap tarian itu negatif, karena dapat mengumbar nafsu seorang lelaki.

Senin, 11 April 2011

PSK berharap?

Tema : Manusia dan harapan

Kurang lebih satu jam yang lalu saya menyaksikan sebuah acara yang berjudul 'Topik Kita' di ANTV. Tema acara kali itu membahas sebuah tempat prostitusi di Purwekerto, yang letaknya berada di kawasan pariwisata Baturaden. Tempat prostitusi dikenal dengan nama gang sadar. Ada orang yang berpendapat, alasan kenapa tempat tersebut dinamakan gang sadar karena banyak PSK (pekerja seks komersial) yang tobat dan sadar. Jadi karena menurut saya hal ini menarik, tidak ada salahnya saya menjadikan tema tugas IBD kali ini (manusia dan harapan) mengenai harapan para pekerja seks komersial yang ingin sadar dan bertaubat.

Dari acara tersebut saya bisa menyimpulkan gang sadar ini berbeda dari tempat-tempat prostitusi. Kenapa berbeda? karena, pada tempat tersebut, bila ada psk yang ingin taubat boleh boleh saja, bahkan sang pemilik tempat tersebut memnyediakan fasilitas seperti memberikan keterampilan, khususnya keterampilan di salon. Kalau tidak salah, pemilik gang sadar itu bernama Toyo. Toyo tidak melarang anak-anaknya untuk berhenti jadi psk.

Mudah-mudahan saja para psk-psk disana banyak yang sadar, seperti nama tempatnya gang sadar dan pemberian keterampilan sebagai modal baru untuk mencari nafkah, memberikan harapan untuk semangat bertaubat.

Kamis, 07 April 2011

Kegelisahan yang selalu menyelimuti

Tema : Manusia dan Kegelisahan

Pada dasarnya pada setiap diri manusia menginginkan kebahagian dan takut akan kegelisahan. Tapi yang ditakutkanlah yang sering dipikirkan dan datang ke dalam kehidupan kita, dan kebahagiaan seakan jauh dari kita. Sebenarnya pernyataan tersebut hanyalah perasaan yang tidak beralasan. Memang sering kali kita merasakan akan kegelisahan dari pada kebahagiaan, karena bila kebahagiaan muncul,kita semua akan merasa senang dan segalanya menjadi mudah. Sebaliknya, bila ketakutan dan kegelisahan muncul, pasti akan lebih terasa pada pribadi seseorang. Ya, begitulah manusia. Sering kali mereka lupa akan keberadaan Tuhan bila sedang bahagia, dan apabila tertimpa kegelisahan seperti musibah, justru baru ingat akan keberadaan Tuhan.

Rata-rata kegelisahaan umat manusia menurut pandangan saya adalah tentang materi atau ekonomi. Mereka lebih takut akan jatuh miskin daripada memperdulikan perintahNya. Liat saja para koruptor, mereka dengan senangnya memakan uang yang bukan haknya. Padahal lebih dari itu, saya yakin hukuman dari Tuhan lebih berat dari pada jatuh miskin. Lebih dari itu, bahkan ada orang yang nekat merampok harta milik orang lain, karena faktor ekonomi.

Selain ekonomi mungkin kegelisahan yang serinng kali menimpa kita adalah takutny akehilangan harta, jabatan, popularitas. Tidak sedikit orang, bila ingin naik jabatan maka ia harus meyogok. Harta pun seperti itu, ada orang yang sampai stress sampai gila bila kehilangan bnyak harta. seperti ada kasus, caleg gila akibat tidak terpilih. Karena sang caleg tersebut sudah kehilangan banyak harta untuk mempromosikan dirinya tapi hasil dalam pemilihan ia tidak terpilih. Banyak caleg-caleg seperti itu menjadi stres. Kehilangan popularitas pun bisa menjadi kegelisahan yang besar bagi seseorang. Contohnya, banyak selebritis yang membuat sensasi untuk menaikkan popularitasnya. Padahal sensasi yang dibuat, seringkali dengan perbuatan yang negatif. Bisa dilihat pada salah satu film yang bertemakan horor yang belakangan sempat beradar di bioskop-bioskop. Perkelahian antara dua pemain utama. Perkelahian itupun dimasukkan ke dalam film tersebut. Menurut pendapat saya itu hanya strategi atau sensasi untuk membuat film tersebut laku dipasaran dan tentu saja menaikkan pamor atau popularitas si artis tersebut. Who knows?

Kegelisahan-kegelisahan lain seperti penyakit yang diidap manusia, takut tidak mendapatkan jodoh yang sesuai, takut akan kegagalan karir.

Selasa, 05 April 2011

Si Bocah Malam

Tema : Manusia dan Tanggung Jawab

Tanggal 6 April kemarin, setelah mengantarkan pacar saya pulang saya melewati jalan raya yang biasa saya lewati. Tepatnya didaerah Bintara. Kira-kira waktu itu sekitar pukul 10 malam. Saya melewati sebuah pertigaan, yang saya tidak habis pikir, ditengah jalan itu saya melihat seorang anak sekitar umur 10 tahun sedang mengatur mobil yang melewati pertigaan tersebut. Dengan beraninya dan tidak takut tertabrak kendaraan dia mengatur mobil-mobil yang melintas layaknya tukang parkir yang sudah terbiasa dijalanan. Rasa simpatilah yang pertama tersirat dipikiran saya. bagaimana tidak,anak-anak yang seumuran dia mungkin sudah tertidur lelap dikamar yang nyaman, menunggu pagi menjelang. Tapi dia masih sibuk mengatur mobil-mobil yang lewat dengan harapan mendapatkan uang receh.

Kurang lebih sekitar 50 meter setelah melewati anak tersebut saya langsung memutar balikkan scoter kesayangan. Tanpa pikir panjang saya menghampiri anak tersebut lagi, ternyata dia masih sibuk mengatur mobil-mobil yang melintas. Jadi saya menepikan motor dipinggir jalan menunggu jalan agak kosong untuk dapat menghampirinya. Setelah saya perhatikan ternyata uang receh yang didapatkan oleh pengemudi-pengemudi yang lewat, ia berikan kepada seorang balita yang sedang tidur-tiduran dipinggir jalan. Disamping balita itu terdapat segelas plastik bekas air mineral yang digunakan untuk menaruh uang receh yang didapatkan. Akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk menghampirinya, tidak pikir panjang saya mengeluarkan sedikit uang dari dompet untuk anak tersebut. "Coy, nih buat lo" saya berkata kepada anak tersebut, "makasih bang" spontan anak tersebut menjawab. Setelah saya tanya ternyata yang sedang tidur-tiduran tersebut adalah adeknya. Karena keadaan dipinggir jalan, saya tidak bisa lama-lama karena dibelakang saya sudah ada mobil yang membunyikan klakson.

Karena hal diatas saya terinspirasi untuk menulis tugas Ilmu Budaya Dasar, dengan tema manusia dan tanggung jawab. Anak itu secara tidak langsung memberitahu saya secara tersirat akan tanggung jawab. Tanggung jawab yang sangat besar, untuk anak tersebut. Dimana dia harus mendapatkan uang untuk makan atau membantu orang tuanya. Bila mengingat besarnya rasa tanggung jawab anak itu terhadap dirinya dan keluarganya, pasti kita semua akan merasa malu terhadap diri kita masing-masing, karena terkadang kita masih lari dari tanggung jawab. Oleh karena itu jadilah manusia yang lebih baik, lebih bertanggung jawab terhadap apa yang sudah menjadi tanggung jawab masing-masing.
Seorang ilmuan besar Albert Einstein berkata "The price of greatness is responsibility" (harga sebuah kebesaran adalah tanggung jawab).

Minggu, 20 Maret 2011

Arti Penderitaan Bagi Orang Awam

Tema : Manusia dan Penderitaan

Apa sih derita itu? Kenapa derita itu ada? Kenapa derita harus menimpa kita semua? Bagaimana cara yang tepat untuk menyikapinya? ya, kalimat seperti itu pasti langsung terintas dibenak kita ketika kita menghadapi cobaan. Sangat realistis dan manusiawi. Orang bijak berkata, penderitaan adalah pembelajaran. Jadi menurut saya, apa yang harus kita pahami dari sebuah cobaan atau penderitaan tersebut?

Penderitaan menurut saya adalah sesuatu hal yang tidak mengenakkan bagi kita, dimana kita dapat merasa sedih, kecewa, putus asa, marahdan hal-hal lain yang membuat kita merasa tertekan. Kenapa ya setiap manusia harus mengalami derita? Kalau kata Khalil Gibran. “Pedihnya derita, adalah pecahnya peristiwa, koyaknya kulit ari yang membungkus kesadaran pengertian”. Dari sudut pandang orang awam seperti saya maksud dari sang penyair terkenal itu adalah wujud dari rasa perhatian Tuhaan terhadap hambanya. Jadi tuhan akan memberikan penderitaan kepada setiap hambanya sebagai pembelajaran agar menjadi manusia yang lebih baik lagi. Sebut saja itu sebuah ujian dari Tuhan. Contoh gampangnya saja, setiap murid pasti menghadapi ujian untuk melangkah ke kelas yang lebih tinggi. Bila mereka lulus pastinya. J. Lulus atau tidaknya dari ujian tersebut tergantung dari setiap usaha individunya, apakah dia mampu atau tidak menghadapi ujian tersebut.

Jadi sekarang kita sedikit mengerti kenapa penderitaan itu ada. Tapi kenapa ya terkadang beban derita yang kita hadapi tidak seringan dengan penderitaan orang lain. Setelah saya pikir matang-matang ternyata penderitaan itu relatif ya..? contoh: bagi anak kecil kehilangan mainan kesayangannya adalah penderitaan yang besar buat mereka. Bagi beberapa remaja bila putus cinta, terasa akan akhir dari dunia. Jadi saya berkesimpulan, setiap manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing, oleh karena itu Tuhan memberikan cobaan yang berbeda di setiap individu. Yang saya yakini, Tuhan tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya melebihi kapasitasnya, dan kata orang bijak lagi, tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati.

Memang terkadang kita tidak sanggup menghadapi cobaan yang dibetikan Tuhan. Sangat menyesakkan. Sakit. Tidak ingin berurusan lagi. Lebih dari itu, bahkan sesekali terbesit dipikiran untuk menghindar dan mengingkarinya. Tidak sedikit orang yang bunuh diri akibat tidak kuat menanggung derita yang dihadapi. Tapi apakah dengan menghindar, atau mengingkari masalah dapat selesai? Sekali lagi jawaban saya adalah absolutly,no. Masalah bila kita hindari akan semakin besar. Sesulit apapun masalah atau cobaan yang kita hadapi, haruslah dihadapi dengan berjiwa besar. Lapang dada. Dewasa. Saya pun masih harus banyak belajar dalam tahap ini. Tahap dimana kita harus ikhlas dan sabar. Apalagi dengan jiwa muda ini, sering kali kita bersikap kurang dewasa saat menghadapi masalah. Marah-marah, menyalahkan orang lain, bahkan terkadang Tuhan pun disalahkan, kenapa ini semua tidak adil. Tentu saja hal itu salah, emosi terkadang ikut campur dalam hal itu. Tidak bisa mengontrol diri. Penyesalan yang diakhir.

Kesabaran, keikhlasan akan cobaan dan penderitaan. Tegar walau serasa petir menggelegar. Bangkit walaupun sulit. Percaylah kepada Allah.

Sumber gambar : http://toilethenchan.blogspot.com/2010_05_01_archive.html

Rabu, 16 Maret 2011

Keadilan yang Sebelah Mata

Tema : Manusia dan Keadilan

Banyumas - Nenek Minah (55) tak pernah menyangka perbuatan isengnya memetik 3 buah kakao di perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan (RSA) akan menjadikannya sebagai pesakitan di ruang pengadilan. Bahkan untuk perbuatannya itu dia diganjar 1 bulan 15 hari penjara dengan masa percobaan 3 bulan.

Ironi hukum di Indonesia ini berawal saat Minah sedang memanen kedelai di lahan garapannya di Dusun Sidoarjo, Desa Darmakradenan, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah, pada 2 Agustus lalu. Lahan garapan Minah ini juga dikelola oleh PT RSA untuk menanam kakao.

Ketika sedang asik memanen kedelai, mata tua Minah tertuju pada 3 buah kakao yang sudah ranum. Dari sekadar memandang, Minah kemudian memetiknya untuk disemai sebagai bibit di tanah garapannya. Setelah dipetik, 3 buah kakao itu tidak disembunyikan melainkan digeletakkan begitu saja di bawah pohon kakao.

Dan tak lama berselang, lewat seorang mandor perkebunan kakao PT RSA. Mandor itu pun bertanya, siapa yang memetik buah kakao itu. Dengan polos, Minah mengaku hal itu perbuatannya. Minah pun diceramahi bahwa tindakan itu tidak boleh dilakukan karena sama saja mencuri.

Sadar perbuatannya salah, Minah meminta maaf pada sang mandor dan berjanji tidak akan melakukannya lagi. 3 Buah kakao yang dipetiknya pun dia serahkan kepada mandor tersebut. Minah berpikir semua beres dan dia kembali bekerja.

Namun dugaanya meleset. Peristiwa kecil itu ternyata berbuntut panjang. Sebab seminggu kemudian dia mendapat panggilan pemeriksaan dari polisi. Proses hukum terus berlanjut sampai akhirnya dia harus duduk sebagai seorang terdakwa kasus pencuri di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto.

Dan hari ini, Kamis (19/11/2009), majelis hakim yang dipimpin Muslih Bambang Luqmono SH memvonisnya 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan selama 3 bulan. Minah dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 362 KUHP tentang pencurian.

Selama persidangan yang dimulai pukul 10.00 WIB, Nenek Minah terlihat tegar. Sejumlah kerabat, tetangga, serta aktivis LSM juga menghadiri sidang itu untuk memberikan dukungan moril.

Hakim Menangis

Pantauan detikcom, suasana persidangan Minah berlangsung penuh keharuan. Selain menghadirkan seorang nenek yang miskin sebagai terdakwa, majelis hakim juga terlihat agak ragu menjatuhkan hukum. Bahkan ketua majelis hakim, Muslih Bambang Luqmono SH, terlihat menangis saat membacakan vonis.

"Kasus ini kecil, namun sudah melukai banyak orang," ujar Muslih.

Vonis hakim 1 bulan 15 hari dengan masa percobaan selama 3 bulan disambut gembira keluarga, tetangga dan para aktivis LSM yang mengikuti sidang tersebut. Mereka segera menyalami Minah karena wanita tua itu tidak harus merasakan dinginnya sel tahanan

sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/11/19/152435/1244955/10/mencuri-3-buah-kakao-nenek-minah-dihukum-1-bulan-15-hari?991101605

Diatas merupakan salah satu kasus yang sangat memilukan..dimana seorang nenek yang hanya ketauan mencuri 3 buah kakao dipenjara, ya..memang mencuri itu taidak baik,tapi bagaimana dengan para koruptor-koruptor yang berkedok sebagai anggota dewan yang sudah-sudah ketahuan bersalah tidak dihukum?

Coba saja lihat seorang Gayus Tambunan!soerang mafia pajak yang sudah merugikan negara yang kabarnya bisa sampai triliyunan rupiah bisa jalan-jalan nonton tenis, padahal sedang menjalani masa hukuman penjara?Ada lagi mengenai pejabat yang diberikan mobil mewah baru oleh pemerinta yang harganya melebihi 1 milyar tiap mobilnya, sayapun sebagai orang awan melihatnya terlalu miris. karena masih ada yang lebih penting dari pada membelikan pejabat mobil mewah, alokasikan saja dananya ke daerah-daerah yang gedung sekolahnya sudah bobrok, bisa saja kan?


Selasa, 15 Maret 2011

Keindahan yang Mulai Rusak

Tema : Manusia dan Keindahan

badai katrina

badai gurun di Afrika

ribuan ikan mati


ribuan burung mati

Menurut beberapa orang gambar diatas merupakan dampak adanya peningkatan panas bumi atau biasa kita sebut global warming. Jika anda sudah menonton film the day after tomorrow, 2012,tentulah maksud dari film tersebut, dimana terjadi benca alam yang sangat dahsyat terjadi di bumi akibat pemanasan global. Kabarnya kutub utara sudah mulai mencair karena pemanasan global. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia dimasa mendatang. pada tema kali tugas ilmu budaya dasar, mengenai manusia dan keindahan, saya akan memeparkan keindahan yang sudah mulai rusak karena adanya pemanasan global.

Pemanasan global merupakan fenomena global yang disebabkan oleh aktivitas manusia di seluruh dunia, pertambahan populasi penduduk, serta pertumbuhan teknologi dan industri. Oleh karena itu peristiwa ini berdampak global. Jadi ironis sekali jika ada sekumpulan orang mengkampanyekan akan bahayanya global warming, tp aktivitas manusia yang diseluruh dunia memicu global warming.

Pemanasan global sudah didepan mata, tapi kita hanya duduk santai dan sekedar mencermati apa sih global warming, dampaknya bagaimana sih, tanpa melakukan tindakan sedikitpun. NATO (no action, talk only). Kita tidak harus memulai mencegah pemanasan global dengan tindakan-tindakan yang besar. Kita bisa memulai hal-hal kecil yang berrpengaruh besar bagi bumi kita ini. Act locally, think globally.

ya, itu bisa kita jadikan slogan kita sebagai memerangi pemanasan global. Bertindak secara lokal, berfikir secara global. Bisa kita mulai dari, tidak membuang sampah sembarangan, menggunakan listrik seperlunya saja, kurangi berpegian dengan kendaraan bermotor, menggunakan kembali tas plastik untuk berbelanja, mulai menanami pohon bila ada lahan. Hal-hal kecil seperti itu lah yang berpengaruh besar terhadap bumi kita ini. pikirkan bila seluruh negara mulai menggurangi berkendaraan bermotor, cukup satu hari saja! polusi akan berkurang secara drastis. Tentunya kita semua sudah tau akan adanya program Earth hour.

EARTH HOUR adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia, yang berupa inisiatif global untuk mengajak individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintahan di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam, pada setiap hari Sabtu di minggu ke-3 bulan Maret setiap tahunnya. Tahun ini, Earth Hour dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2011 pukul 20.30 - 21.30 (waktu setempat).


Seberapa besar pengaruh EARTH HOUR bagi Jakarta?
Dengan mematikan lampu-lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam dapat memberikan kontribusi kepada penghematan listrik di Jakarta serta mendukung program efisiensi energi yang diinisiasi pemerintah pada pukul 17.00 - 22.00.

Apabila 10% penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh, yakni setara dengan:
  1. Mematikan 1 pembangkit listrik dan menyalakan 900 desa
  2. Menghemat 267,3 ton CO2
  3. Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya)
  4. Persediaan O2 untuk lebih dari 534 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya)
  5. Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-

** 10% penduduk Jakarta diasumsikan 700 ribu orang mematikan 2 lampu setiap rumah.

Sumber data earth hour : http://www.earthhour.wwf.or.id/about.php

Cinta Hina Anak Jaman Sekarang


Tema : Manusia dan Cinta Kasih

Ketika saya memulai mengerjakan tugas pertama Ilmu Budaya Dasar, pak Widyo, Manusia dan Cinta Kasih, kebingunganlah yang melanda pikiran saya. Tidak tau harus mulai dari ’Love’ yang mana. Terlalu banyak perasaan cinta menyelimuti saya, perasaan cinta terhadap Tuhan, cintanya orang tua, saudara, keluarga, sang pacar, teman, dan yg lainnya. Arti cinta sendiri adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam (wikipedia). Sulit sekali bagi saya menjelaskan arti cinta secara terperinci. Cinta itu abstrak. Tidak ada yang bisa menjadikan patokan apa itu arti cinta yang sesungguhnya. Cinta itu lebih dari sekedar kata, yang artinya sudah tertera dikamus. Love is someting bigger. Karena pada dasarnya cinta lebih mudah dirasakan daripada dijelaskan. Cinta kasih harus selalu dijaga agar tetap indah.

Setiap manusia mempunyai perasaan untuk mencintai. Rasa cinta merupakan rasa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. Ada yang bilang tanpa cinta,hidup terasa hampa. Kosong. Bahkan cinta juga dapat membuat seseorang jadi gila. Ya, ini bukan sekedar omong kosong. Ada beberapa kasus di kepolisian, tentang seseorang yang nekat mengakhiri hidupnya karena putus cinta. Tragis. Apakah cinta itu harus berakhir tragis seperti itu? Tentu tidak, cinta seharusnya berakhir dengan indah. Bahagia. Dan sampai pada akhirnya saya memutuskan úntuk membahas cinta anak muda jaman sekarang terhadap pasangannya.

Kenapa? Kenapa saya harus membahas cinta anak muda jaman sekarang? Apakah cinta anak muda terhadap pasangannya terlalu indah untuk dijelaskan?kalahkah perasaan cinta yang lain seperti cinta kepada Tuhan,orang tua, yang luar biasa indah? Jawaban saya absolutly, NO. Cinta anak muda jaman sekarang adalah hal yang tidak pantas disebut cinta. Cinta mereka begitu jauh dari arti cinta yang sesungguhnya. Cinta mereka itu hina.

Kenapa saya berpendapat seperti itu karena sebagian besar, faktanya, di kota maupun di desa, gaya anak muda berpacaran atau memadu kasih terhadap pasangannya sudah jauh dari batas aturan, sudah jauh dari norma-norma budaya kita. Omong kosong itu disebut cinta, mereka hanya memuja nafsu. Cinta itu tidak merusak, sedangkan yang mereka lakukan adalah merusak diri mereka masing-masing. Cinta itu saling menjaga. Menjaga kehormatan masing-masing. Cinta itu tanggung jawab. Bagaimana perasaan orang tua mereka bila anaknya sudah tidak perawan lagi?dimana tanggung jawab mereka terhadap orang tua mereka? Masa..ada anak SMP berpacaran sampai making love? Gila. Buruknya, tidak sedikit yang seperti itu.

Teman saya sendiri, sewaktu saya masih duduk di semester 1 dan 2. Sebut saja dia Jayen. Jayen seringkali curhat kepada saya tentang pacarnya yang masih duduk di bangku SMP. Sempat terkaget saat dya menceritakan sudah ML beberapa kali dengan pacarnya. Sudah gila memang jaman sekarang. Kasus seperti tersebut adalah salah satu dari sekian banyak kasus yang terjadi disekitar saya.

Gaya pacaran anak muda jaman sekarang yang masih bisa dibilang normal sampai extrem seperti mulai dari berpegangan tangan, berangkulan, berpelukkan, berciuman pipi, berciuman bibir, meraba-raba dada, meraba-raba alat kelamin, menggesek-gesekkan alat kelamin, oral seks dan berhubungan intim. Lebih parahnya lagi, bahkan ada yang sempat mengabadikan momen-momen berpacaran mereka seperti direkam dengan hp atau difoto. Tidak puas dengan itu, bahkan ada yang dengan bangganya mereka meng-upload foto-foto atau video mesum mereka ke account pribadi mereka di situs-situ jejaring sosial. Facebook atau twitter. Foto-foto mereka berciuman, berpelukan, dan hal-hal yang lebih parah lagi. Memang sudah putus urat malu mereka. Kacau.

Sempat mencari data diinternet untuk memperkuat argumen yang telah saya utarakan sebelumnya, agar tidak terdengar seperti omong kosong:

Berikut Data Survei Seks Pelajar Indonesia :

Survei Komnas Anak Di 12 Provinsi (4500 remaja sebagai responden)
1. 93,7 % pernah berciuman hingga petting (bercumbu)
2. 62,7 % remaja SMP sudah tidak perawan
3. 21,2 % remaja SMA pernah aborsi

Survey Synovate Research
1. 44% mengaku punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun.
2. 16% mengaku pengalaman seks di dapat di usia 13-15 tahun.
3. Tempat melakukan seks di rumah (40%), kamar kos (26%) dan hotel (26%)

Data Maret 2009
Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia
1. 32% remaja 14 – 18 tahun pernah berhubungan seks
2. 21,2% remaja putri pernah melakukan aborsi
3. 97% penyebab remaja melakukan seks yaitu dari internet.

Sangat memperihatinkan bila melihat survei diatas. Jika hal ini tidak ingin terus berlangsung, maka pihak orang tua harus banyak menanamkan pendidikan agamis lebih kepada anak-anaknya. Jika hal itu bisa dilakukan, bukan tidak mungkin tindakan seperti demikian lambat laun akan menghilang dan moral anak bangsa perlahan-lahan akan naik kembali. Semoga saja hal itu bisa terwujud. Amin.

Memang tidak semua anak muda jaman sekarang berpacaran seperti yang saya sudah sebutkan sebelumnya. Yang saya harapkan mereka yang belum terpengaruh oleh budaya pacaran orang barat itu, dapat menolak atau menghindari dari hal seperti itu. Salut dan full respect kepada mereka yang masih berpegang teguh terhadap norma-norma yang ada.

sumber gambar : http://ruangpsikologi.com/wp-content/uploads/2009/10/tes1.jpg

Minggu, 28 November 2010

Analisa Film

Tema :Analisa Film

Inti dari film tersbut adalah kekerasan yang terjadi pada pacaran. Hal ini disebabkan menurut film, karena sikap jaka yang mudah marah dan terlalu cemburu, tidak percaya terhadap pacarnya sendiri. Jaka disini seperti memiliki 2 kepribadia. Saat dya marah, seakan orang lain, karena sangat berbeda sekali saat dya biasa saja. Disamping pemarah jaka juga bisa dibilang memanfaatkan pacarnya secara keuangan, karena apa-apa yang keluar uang pada saat jaka dan pacarnya jalan, pasti pacarnya yang mengeluarkan uang, bukan jaka.

Jaka sangat kasar bila sedang marah. Bisa memukul, menendang, menjambak sampai mendorong pacarnya hingga jatuh. Sampai pada akhirnya pacarnya jaka tidak tahan terhadap sikap jaka, dan mereka putus.

Pacaran banyak dilakukan oleh remaja. Sedangkan remaja emosinya masih sangat tidak stabil. Banyak hal-hal yang diluar nalar dilakukan oleh para remaja. Maka tugas Negara lah sebenarnya untuk melindungi remaja sebagai penerus Bangsa.
Remaja sebaiknya mempersiapkan diri, membekali diri untuk menghadapi masa dewasanya kelak. Bisa dengan sekolah, bekerja sambil sekolah, ataupun fokus pada hobi dan kesenangannya yang bermanfaat. Sehingga nantinya ketika tiba pada masa dewasa sudah siap. Jika masa dewasa dapat disongsong dengan mantap, maka urusan jodoh pun juga akan mudah, tidak usah melalui pacaran.

Bila terjadi kekerasan haruslah segera memberitahu orang terdekat. Disini dukungan keluarga atau teman terdekat sangatlah penting.


Habis Lebaran, Terbitlah Urbanisasi

Tema : Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

Memang sampai saat berita di Kompas.com–arus balik belum terlihat. Namun, kedatangan di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, yang dibentuk dalam shift 1 dan 2, sampai saat (pukul 14:10, 14 Sep 2010) ini belum ada berita kedatangan para pemudik kembali ke Jakarta.

Jumlah saudara kita yang pemudik yang kembali ke Jakarta, hingga 17-ribuan. Data yang disarikan dari Kompas ini memang menurun dari tahun sebelumnya pada hari yang sama, H+2. Ada kemungkinan jumlah ini terus flat sampai dianalisa sudah selesai jumlah arus balik ke Jakarta.

Demikian yang harus dipahami bersama, jika jumlah seperti itu logikanya akan makin bertambah urbanisasi penduduk ke Jakarta. Sementara, jumlah pemudik secara akurat tidak dipunyai oleh masing-masing instansi pemerintahan daerah setempat. Urbanisasi akan lebih baik ketika tidak dipengaruhi faktor ekonomi. Namun, jika hal ini tetap dibiarkan maka tidak ada gunanya data Biro Pusat Statistik yang menunjukkan angka penduduk di Jakarta sekian jumlahnya (akan melebihi 8-jutaan).

Yang lebih membingungkan, jika penduduk yang kembali ke Jakarta dengan alasan kepada ketua RT setempat untuk tinggal sementara. Setelah itu, siapa juga yang mau mengawasi seberapa lama sudaranya keluarga si “A” akan tinggal berapa lama.

Sebenarnya, urbanisasi macam apa sih yang tidak perlu dikhawatirkan? Urbanisasi tentu akan berefek pada ekonomi daerah setempat yang ditinggalinya setelah keadatangannya ke daerah tersebut. Tidak seperti menebar beras pada tampah, untuk dimakan oleh banyak ayam, namun lebih dari sekedar kesempatan bagi urban sebelumnya, tingkat kemiskinan di daerah tersebut makin berlipat ganda, bahkan lebih.

Jangan hanya untuk menyenangkan keluarga atau sanak saudara, penataan kota yang selalu menjadi pekerjaan rumah bagi guebrnur DKI Jakarta makin berantakan. Masalah urbanisasi akan selesai apabila pemerintah mau berfikir keras dan menerapkan otonomi dengan sebaik-baiknya. Agar pemerataan “kue ekonomi” merata di semua daerah. Itulah penyakit akut kota DKI Jakarta yang tak pernah sembuh, yaitu adalah Urbanisasi.##

http://lomba.kompasiana.com/puasa-dulu-baru-lebaran/2010/09/14/habis-lebaran-terbitlah-urbanisasi/

Mencegah Urbanisasi Setelah Mudik

Berikut ini mungkin bisa membantu mengurangi syukur kalau bisa mencegah arus urbanisasi:

1. Pertama tentu peran pemerintah pusat sangat tinggi dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih terencana dan permanen di desa, terutama desa tertinggal, lewat menteri yang terkait.
2. Peranan bupati kepala daerah, pemda, kepala desa sangat dibutuhkan dalam memberi prioritas pembangunan pedesaan terutama dalam pengurangan kemiskinan dan peluang penciptaan tenaga kerja.

3. Perlu adanya insentif bagi pemuda yang mau membantu atau berperan dalam pembangunan pedesaan,
4. Perlunya penggalanan dana baik dari pajak, zakat dan shodakoh untuk membangkitkan peluang usaha baru,
5. Perlu ada komunikasi kota desa sehingga untuk setiap pemuda yang meninggalkan desa harus berkonteribusi dalam pembangunan desa,
6. Hindari profokasi yang berlebihan terhadap enaknya hidup di kota,
7. Promosikan enaknya hidup di desa (seperti yang selama ini saya lakukan, kekekeke)

8. Waktu mudik jangan pamer kekayaan, tapi sumbangkanlah sebanyak banyaknya dana untuk membantu usaha di desa.

9. Usahakan membeli segala kebutuhan di desa ketika mudik (kecuali tidak ada) dan promokan produk desa ke kota ketika kembali ke kota.

Habis Lebaran, Terbitlah Urbanisasi

Tema : Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

Memang sampai saat berita di Kompas.com–arus balik belum terlihat. Namun, kedatangan di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, yang dibentuk dalam shift 1 dan 2, sampai saat (pukul 14:10, 14 Sep 2010) ini belum ada berita kedatangan para pemudik kembali ke Jakarta.

Jumlah saudara kita yang pemudik yang kembali ke Jakarta, hingga 17-ribuan. Data yang disarikan dari Kompas ini memang menurun dari tahun sebelumnya pada hari yang sama, H+2. Ada kemungkinan jumlah ini terus flat sampai dianalisa sudah selesai jumlah arus balik ke Jakarta.

Demikian yang harus dipahami bersama, jika jumlah seperti itu logikanya akan makin bertambah urbanisasi penduduk ke Jakarta. Sementara, jumlah pemudik secara akurat tidak dipunyai oleh masing-masing instansi pemerintahan daerah setempat. Urbanisasi akan lebih baik ketika tidak dipengaruhi faktor ekonomi. Namun, jika hal ini tetap dibiarkan maka tidak ada gunanya data Biro Pusat Statistik yang menunjukkan angka penduduk di Jakarta sekian jumlahnya (akan melebihi 8-jutaan).

Yang lebih membingungkan, jika penduduk yang kembali ke Jakarta dengan alasan kepada ketua RT setempat untuk tinggal sementara. Setelah itu, siapa juga yang mau mengawasi seberapa lama sudaranya keluarga si “A” akan tinggal berapa lama.

Sebenarnya, urbanisasi macam apa sih yang tidak perlu dikhawatirkan? Urbanisasi tentu akan berefek pada ekonomi daerah setempat yang ditinggalinya setelah keadatangannya ke daerah tersebut. Tidak seperti menebar beras pada tampah, untuk dimakan oleh banyak ayam, namun lebih dari sekedar kesempatan bagi urban sebelumnya, tingkat kemiskinan di daerah tersebut makin berlipat ganda, bahkan lebih.

Jangan hanya untuk menyenangkan keluarga atau sanak saudara, penataan kota yang selalu menjadi pekerjaan rumah bagi guebrnur DKI Jakarta makin berantakan. Masalah urbanisasi akan selesai apabila pemerintah mau berfikir keras dan menerapkan otonomi dengan sebaik-baiknya. Agar pemerataan “kue ekonomi” merata di semua daerah. Itulah penyakit akut kota DKI Jakarta yang tak pernah sembuh, yaitu adalah Urbanisasi.##

http://lomba.kompasiana.com/puasa-dulu-baru-lebaran/2010/09/14/habis-lebaran-terbitlah-urbanisasi/

Mencegah Urbanisasi Setelah Mudik

Berikut ini mungkin bisa membantu mengurangi syukur kalau bisa mencegah arus urbanisasi:

1. Pertama tentu peran pemerintah pusat sangat tinggi dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih terencana dan permanen di desa, terutama desa tertinggal, lewat menteri yang terkait.
2. Peranan bupati kepala daerah, pemda, kepala desa sangat dibutuhkan dalam memberi prioritas pembangunan pedesaan terutama dalam pengurangan kemiskinan dan peluang penciptaan tenaga kerja.

3. Perlu adanya insentif bagi pemuda yang mau membantu atau berperan dalam pembangunan pedesaan,
4. Perlunya penggalanan dana baik dari pajak, zakat dan shodakoh untuk membangkitkan peluang usaha baru,
5. Perlu ada komunikasi kota desa sehingga untuk setiap pemuda yang meninggalkan desa harus berkonteribusi dalam pembangunan desa,
6. Hindari profokasi yang berlebihan terhadap enaknya hidup di kota,
7. Promosikan enaknya hidup di desa (seperti yang selama ini saya lakukan, kekekeke)

8. Waktu mudik jangan pamer kekayaan, tapi sumbangkanlah sebanyak banyaknya dana untuk membantu usaha di desa.

9. Usahakan membeli segala kebutuhan di desa ketika mudik (kecuali tidak ada) dan promokan produk desa ke kota ketika kembali ke kota.

Puluhan Gelandangan dan Pengemis Terjaring Razia

Tema : Pelapisan Sosial


Puluhan Gelandangan dan Pengemis Terjaring Razia

MI/Bagus Suryo/ip

PURWOKERTO--MICOM:Puluhan gelandangan, pengemis, dan orang telantar dirazia oleh tim gabungan antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Banyumas, Jawa Tengah.

Mereka dirazia saat berada di pasar, perempatan jalan, serta sejumlah tempat keramaian lainnya.

Kepala Seksi Operasi Satpol PP Banyumas Roni Hidayat menyatakan gelandangan, pengemis, dan orang telantar yang terjaring razia itu berumur antara 15 sampai 45 tahun atau usia produktif.

"Kami akan memilah-milah mereka. Kalau ada yang mengidap penyakit jiwa, akan langsung dimasukkan ke Rumah Sakit (RS) jiwa untuk mendapat rehabilitasi. Tetapi yang sehat akan dikirim ke sejumlah balai pelatihan kerja," ujar Roni, Kamis (25/11).

Berdasarkan hasil pendataan mereka yang terjaring razia sebagian besar berasal dari Kabupaten Kebumen, Wonosobo, dan sebagian dari Banyumas. "Alasan mereka datang ke Purwokerto karena kota ini dianggap potensial untuk mencari nafkah," katanya. (OL-01)


Solusi kasus diatas:
Adanya sekolah gratis yang benar-benar tidak membayar apapun, yang khusus bagi masyarakat tidak mampu. bila masyarakat punya pendidikan yang baik, maka mereka tidak lagi mengemis dijalan,meraka akan dapat bekerja untuk menghidupi diri mereka sendiri.

Urbanfest 2010 – The Rise Of Urban Sport Heroes

Tema : Pemuda dan sosialisasi

UrbanFest 2010 – The Rise Of Urban Sport Heroes

The biggest street festival in town
Jakarta, 12 November 2010 - Setelah sukses menggelar UrbanFest 2007 (66.000 pengunjung selama 3 hari), 2008 (45.000 pengunjung selama 2 hari), dan Tahun 2009 (50.000 Pengunjung selama 2 hari) Prambors Radio, Kompas Gramedia, Ancol & Institut Kesenian Jakarta (IKJ) kembali menggelar UrbanFest 2010 yang berlangsung selama 2 hari pada tanggal 20 – 21 November 2010, mulai pukul 11.00 hingga selesai di Pasar Seni Ancol, Jakarta.
Keruwetan perkotaan dengan segala problematika didalamnya berpotensi menumpulkan kreatifitas setiap penghuninya. Begitu juga dengan rutinitas yang monoton ditengarai telah mematikan jiwa kebebasan untuk mendobrak tatanan yang ada. Anak muda, sebagai bagian masyarakat perkotaan, tidak luput dari permasalahan tersebut. Terdapat beberapa pilihan yang bisa diambil untuk keluar dari kungkungan tersebut. Olahraga dan seni akhirnya banyak digunakan sebagai medium untuk menyalurkan semangat pembebasan anak muda di negeri ini. Di tengah munculnya beragam medium penyaluran bakat dan kreatifitas anak muda di negeri ini, UrbanFest kembali hadir melalui 2 hari penyelenggaraannya, 20-21 November 2010, mulai pukul 11.00 hingga selesai di Pasar Seni Ancol, Jakarta.
Urban Fest 2010 mengusung tema The Rise Of Urban Sport Heroes, yaitu sebuah upaya untuk memotret kehidupan anak muda perkotaan dengan dinamika didalamnya yang berisi berbagai macam pergulatan hidup khas anak muda. Pola kehidupan yang
mereka jalani sarat dengan represi dan menjauhkannya dari nilai-nilai moral yang membumi. Bersahabat dengan alam dan merangkul bumi dengan lebih erat lagi melalui berbagai nilai dan pola hidup yang sehat, menjadi solusi atas problematika yang ada. Tidaklah heran apabila, saat ini banyak sekali komunitas-komunitas anak muda yang menjadikan olahraga sehat, seperti bersepeda, menjadi gaya serta pola hidup yang dilakoni setiap harinya. Guna menunjukan semangat identitas diri, mereka mensimbolkan melalui kesamaan baju, kostum, perjuangan, semangat maupun nilai-nilai lainnya. Dia adalah Urbansport Heroes..!
UrbanFest 2010 akan mengajak dan melibatkan secara langsung anak muda dalam seluruh rangkaian acara yang akan disajikan, antara lain :
  • Urban competition ; Futsal Gladiator, Streetball Gladiator Air Soft Gun Due, Contest: Graffiti, Installation, & Photography dengan nuansa baru yang belum pernah dilakukan di Pasar Seni Ancol, memotret kegairahan ekspresi berbagai komunitas perkotaan, mulai dari ekspresi budaya dan berkesenian, permainan sampai olahraga ekstrem.
  • Urban music; More than 50 Indie Music - Electronic 8 bit - Human Beatbox, Collaboration
  • Urban art; Graffiti Photography – Lomography Sneaker Art - Vector Art, Display Art (Sport Heroes Figure) - Installation Art
  • Urban sport; Futsal - Streetball - Airsoft Gun - Parkour Skateboard & Inline skate - Martial Art – Gymnastics, Fun Bike - BMX Freestyle, Bicycle Pump Track – Galahsin.
  • Urban exhibition; 50 Community - Art, Food & Beverage, Souvenir & Merchandise, Collectors & Collectibles
Prambors yang tahun depan akan beranjak di umurnya yang ke-40 tahun dan tetap sebagai radio favorit anak muda saat ini kembali ikut berpartisipasi sebagai salah satu pihak penyelenggara. Menjadi kebanggaan tersendiri dapat kembali bekerjasama dengan pihak Kompas Gramedia, IKJ dan Ancol guna menggelar UrbanFest. “ Anak muda saat ini tidak hanya berkreatifitas dari sisi seni dan budaya saja, namun kesadaran lebih terhadap pentingnya kesehatan telah banyak mengubah pola dan gaya hidup anak muda. alhasil, hal ini memicu beragam ekspresi yang terkait dengan unsur olahraga sehat didalamnya. Kesadaran yang sama juga telah mengubah bentuk ekspresi menjadi lebih kreatif dan variatif. Radio Prambors hadir untuk menangkap, memberi wadah dan menyuarakan ekspresi kreatif tersebut,” ungkap Junas Miradiarsyah, selaku General Manager Prambors Radio.
“Anak muda adalah generasi yang hidup dengan dinamika sangat tinggi, sehingga dari waktu ke waktu ekspresi seni dan budaya mereka selalu dan cepat berubah. Karena kami merasa bukan pihak paling tahu soal anak muda, maka tujuan kami adalah mewadahi ekspresi budaya mereka. Kami ingin menemani anak-anak muda melewati masa muda mereka, bersama-sama dengan Kompas, menjadi manusia dewasa dengan merasakan sendiri aneka ekspresi dari anak muda, oleh anak muda, dan untuk anak muda di acara ini” tambah Pemimpin Redaksi Harian Kompas Rikard Bagun.
Tahun lalu, UrbanFest berhasil meraih kesuksesan dengan mengumpulkan 50.000 anak muda Jakarta dalam dua hari. Di acara ini mereka menyalurkan berbagai macam ide kreatif melalui berbagai acara kesenian, olahraga, dan permainan. Kali ini Urban Fest 2010 hadir dengan konsep acara yang lebih seru dan bervariasi. Dengan band-band yang sedang digandrungi anak muda seperti Endank Soekamti Teenage Death Star
Hollywood Nobody ,Pollyester Embassy, Monkey To Millionaire, Friends Of Mine, The Adams The Barbaras, Sajama Cut, Stereocase, Santa Monica, Homogenic, Paper Gangster Last Child, The Trees and The Wild, The Authentics, Drew, The Milo dan masih banyak lagi band-band lainnya yang akan tampil dan menambah kemeriahan festival.
Sebagai institusi seni terkemuka di Jakarta dan salah satu penggagas UrbanFest, Institut Kesenian Jakarta turut andil dalam memeriahkan UrbanFest 2010. Menurut Wagiono Sunarto, Rektor Institut Kesenian Jakarta UrbanFest adalah sebuah ajang eksplorasi dan kegiatan partisipatif dari, untuk dan oleh kaum muda di ruang publik. IKJ- sebagai perguruan tinggi satu-satunya di Indonesia yang mengkhususkan pada bidang seni urban-tentu akan berpartisipasi dan ikut andil dalam berbagai kegiatan seni urban dengan karakteristik yang khas. IKJ, yang konsisten dalam konsep dan penyelenggaraan UrbanFest sejak berdiri hingga kini, akan memberikan alternatif dalam sebuah medan seni bernuansa urban khusus untuk kawula muda, tambahnya.
Salah satu alumni IKJ, Yuniarti Arfah, menciptakan Mars Urban Fest yang diberi judul “Jakarta” yang akan dibawakan oleh orchestra IKJ-diaransemen oleh Yuniarti Arfah dan Yovial Tripurnomo Virgi – pada acara pembukaan UrbanFest 2010. Selain itu IKJ juga akan menampilkan dari kontemporer “Olahraga Jakarta” dengan kostum daur ulang dan topeng “khas” urban – koreografer Yuniarti Arfah – yang dibawakan oleh penari dari mahasiswa-mahasiswi IKJ. Target panitia di kegiatan UrbanFest 2010 adalah para anak muda dapat menikmati rangkaian acara yang telah disiapkan dan menjadikan kegiatan UrbanFest sebagai agenda tahunan mereka untuk ajang unjuk kreativitas.
“Kebebasan berkreasi anak muda memunculkan warna-warni seni budaya menakjubkan dan membangun karakter pribadi yang kuat, it’s UrbanFest!” tegas Budi Karya Sumadi, Direktur Utama Jaya Ancol. Budi menambahkan program UrbanFest ini merupakan sebuah medium yang mampu menyerap beragam ekspresi yang sarat
kreativitas dari, oleh, dan ditujukan untuk anak muda dari berbagai macam komunitas, namun lahir dari spirit yang sama. Dan tahun ini, Urbanfest mengajak kawula muda untuk berkreasi seni dalam mengubah gaya hidup yang lebih akrab dengan alam (green lifestyle). Urbanfest turut memberikan edukasi bahwasanya wujud kepedulian terhadap alam dapat dimulai dalam berbagai bentuk yang sederhana, dengan mengubah gaya hidup diri sendiri, kita dapat menularkan virus-virus rasa cinta terhadap kreasi seni dan lingkungan kepada orang-orang di sekeliling kita.***END


Komentar :
acara seperti diatas sangat baik bagi para pemuda bangsa. banyak kebudayaan asing yang bersifat positif bagi mereka. diacara ini pemuda-pemuda dapat mengetahui budaya-budaya asing yang bermanfaat bagi mereka. tapi jangan sampai melupakan budaya kita sendiri :)

Busung Lapar Renggut Nyawa Bocah 9 Tahun

Tema : Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kemiskinan

BUSUNG lapar kembali merenggut nyawa. Sukria (9), warga Desa Pempen, Lampung Timur, akhirnya meninggal dunia di rumah pamannya, Desa Bulok, Pekon Gunung Terang, Tanggamus, Senin (22-6).

Sebelumnya, busung lapar di Lampung merenggut nyawa Maulana (5), warga Kotabaru, Panjang, Bandar Lampung, pada Rabu (3-6), pukul 02.00. Korban tewas lain, Elva Andreansyah (2), warga Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Pengajaran, Telukbetung Utara, Bandar Lampung. Wiji (12), warga Tanggamus, juga meninggal di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung karena busung lapar.

Sejak dibawa ke RSUAM pada Kamis (28-5) hingga ajal menjemput, Sukria dalam keadaan tidak sadar. Di RSUAM, Sukria dirawat selama tiga pekan. Namun, pada Rabu (17-6), pihak keluarga membawa pulang bocah kelas I SDN 2 Pempen Lamtim itu ke rumah pamannya di Tanggamus. "Biaya pengobatan memang ada yang membayar. Tapi. kami yang menunggu di rumah sakit kan butuh makan juga. Masalahnya saya nggak bisa bekerja. Jadi kami terus mengeluarkan uang untuk biaya hidup di rumah sakit tanpa ada pemasukan," kata Harudin, ayah Sukria sebelum membawa pulang putranya.

Kakak korban, Iyah (21), menuturkan sebelum meninggal suhu tubuh Sukria cukup tinggi. Dalam kondisi setengah sadar Sukria sempat mendapat perawatan dokter puskesmas setempat dan pada pergelangan tangannya dipasangi infus. "Badannya panas dan dia sempat kejang-kejang. Makanya keluarga langsung meminta bantuan petugas puskesmas," kata Iyah.

Namun, dokter puskesmas tidak berhasil menyelamatkan Sukria. Anak ketujuh pasangan Harudin dan almarhumah Sukenah ini mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 15.30. "Keluarga sudah pasrah dan berusaha mengikhlaskan kepergian Sukria. Mungkin ini jalan terbaik untuk adik saya," kata Iyah.

Senin petang, jasad Sukria dibawa kembali ke rumahnya di Lampung Timur. Jenazah bocah pengidap busung lapar yang disertai tuberkulosis itu dikebumikan sekitar pukul 08.00, kemarin.

http://beritanasional.blogspot.com/2009/06/busung-lapar-renggut-nyawa-bocah-9.html


Solusi dari masalah diatas:

Pemerintah seharusnya berperan lebih aktif dalam masalah ini. Seharusnya Indonesia adalah negara yang kaya akan alamnya, sehingga masyarakatnya dapat hidup makmur dan sejahtera. akan tetapi kenyataannya berbeda. masih banyak masyarakat indonesia yang masih dalam garis kemiskinan. tak lain salah satu penyebabbnya adalah korupsi yang dilakukan para "orang-orang berjas"

struktur pemerintahan harus dirombak total, agar tidak adanya lagi korupsi yang merugikan negara, sehingga banyak masyarakat yang harus menderita busung lapar karena kemiskinan. mulai dari kepala president yang harus lebih tegas dalam kasus-kasus korupsi, seharusnya hukum lebih ditegakkan akan kasus ini, seharusnya orang yang korupsi di hukum mati, agar mereka jera.

bila negara ini dapat terlepas akan kasus korupsi,pastilah masyarakatnya lebih sejahtera. tapi hal tersebut bagaikan mimpi yang hanya sekedar mimpi

Minggu, 21 November 2010

Remaja 16 Tahun Jual Diri Dijaring

Tema : Individu Keluarga dan Masyarakat

TOLITOLI--MICOM: Seorang remaja putri berusia 16 tahun yang sembunyi-sembunyi menjadi pekerja seks komersial (PSK) terjaring razia operasi penyakit masyarakat yang digelar oleh Polres Tolitoli di Sulawesi Tengah.

"Remaja putri berinisial SH ini ternyata masih duduk d bangku sekolah," kata Kepala Bagian Oprasional Polres Tolitoli Komisaris Sutrisno di Tolitoli, Minggu (21/11). Polisi juga mengamankan juragan yang telah mempekerjakan remaja ini sebagai wanita penghibur dan akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Remaja putri tersebut bersama 11 rekannya yang lain terjaring razia penyakit masyarkat pada Minggu dini hari (21/11) di belakang Perumahan Nasional (Perumnas), lokasi permukiman penduduk di kota Tolitoli yang kerap kali dijadikan tempat maksiat. Kebanyakan pria hidung belang yang sering datang ke tempat prostitusi itu berasal dari luar kota Tolitoli.

Semua PSK yang terkena razia diamankan di Mapolsek Baolan guna pemeriksaan lebih lanjut. "Usai pemeriksaan, kami akan menyerahkan mereka ke Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi guna dilakukan pembinaan," ujarnya. Razia yang dilakukan polisi di sejumlah tempat porstitusi, rumah kos, hotel, dan penginapan di Tolitoli bertujuan untuk membasmi penyakit masyarakat. "Operasi penyakit masyarakat ini digelar mulai 8 hingga 28 November meendatang," katanya. (Ant/OL-5)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/21/183074/128/101/Remaja-16-Tahun-Jual-Diri-Dijaring

solusi dari kasus diatas
Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. Diharapkan kerjasama dari ketiganya akan mampu mengatasi bahaya pergaulan bebas di kalangan remaja. Keluarga bukan hanya tempat para remaja ini untuk menumpang hidup, makan dan tidur semata, melainkan di dalam keluarga para remaja akan memperoleh pendidikan informal sebagai bekal mereka hidup di luar lingkungan keluarganya. Jangan sampai keluarga hanya tahu mereka baik di dalam rumah, tetapi di luar rumah mereka lepas kendali. Jadi, harus ada komunikasi di antara kedua belah pihak. Sekolah juga bukan hanya tempat ia mencari ilmu, melainkan juga sebagai tempat ia untuk belajar mandiri dan bersosialisasi dengan masyarakat. Masyarakat sebagai “polisi sosial” harus mampu mengontrol tingkah laku para remaja. Masyarakat tidak boleh bertindak masa bodoh, acuh tak acuh melihat pergaulan para remaja yang sudah melanggar norma-norma yang berlaku di lingkungan masyarakatnya.

5 Kapal Perang Indonesia Siaga Gara-gara Malaysia Siksa Nelayan

Tema : Warga Negara dan Negara

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

NUNUKAN,TRIBUNNEWS.COM -- Hingga Jumat (19/11/2010) sore ini sudah ada lima kapal perang yang bertugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kabupaten Nunukan. Tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) sebelumnya memang telah bertugas di perairan sekitar Pulau Karang Unarang, sementara dua KRI lainnya baru didatangkan untuk memperkuat pengamanan perbatasan.

Pasop Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan Kapten Laut (P) Ghofar mengatakan, diturunkannya KRI ke Nunukan untuk menambah kekuatan yang ada sebelumnya, tidak lepas dari kejadian yang terjadi di sekitar perbatasan RI-Malaysia di Pulau Sekaca.

Dalam kasus itu, empat nelayan Indonesia diduga telah dianiaya Polis Gerakan Am (PGA) Malaysia. "Dengan adanya kejadian di Sungai Kaca itu, TNI AL menambah pengamanan. Intensitas kita sebagai pengaman di laut ditingkatkan untuk lebih berhati-hati terhadap segala ancaman," ujarnya.

Komandan KRI Tedung Selar 824 Mayor Laut (P) Ranu Samaji mengatakan, KRI Tedung Selar ditarik dari tempat tugasnya di Selat Makassar untuk melakukan patroli di perbatasan RI-Malaysia di Karang Unarang, Ambalat.

"Ini kali keduanya kami melakukan patroli rutin ke wilayah Ambalat. Kita melaksanakan operasi rutin yang biasa digelar secara rutin. Rencananya sekitar 75 hari kami melakukan patroli," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan Indonesia Ermansyah, Budi Sabadri, Janirun dan Randi diduga disiksa Polis Gerakan Am Malaysia saat memancing di perairan perbatasan RI-Malaysia. Selain ditampar dan direndam di laut serta dipaksa berenang ke Pos Pamtas TNI
AD Pulau Sekaca, para WNI itu juga diminta menyerahkan uang senilai Rp 5 juta dan dua senapan angin. (*)

http://www.tribunnews.com/2010/11/19/buntut-penyiksaan-nelayan-oleh-polis-malaysia-5-kri-siaga

Solusi:

pelu adanya tindakan yang keras yang harus dilakukan oleh SBY terhadap negara tetangga yang suka bikin ulah. bila terjadi suatu pelanggaran hendaklah diurus dengan sangat hati2

Paus Benediktus XVI Kecam Larangan Cadar di Perancis

Tema : Agama dan Masyarakat

TEMPO Interaktif, Berlin - Kejutan itu dari Berlin, Jerman. Paus Benediktus XVI mengkritik sebuah undang-undang di Prancis yang melarang para perempuan Muslim mengenakan jilbab Islam penuh di depan umum. Disebutkan dalam sebuah buku yang baru akan terbit Selasa mendatang, Paus menyatakan perempuan seharusnya dapat mengenakannya dengan suka rela.

"Mengenai burqa, saya tidak melihat satu alasan untuk larangan secara umum," kata Paus itu dalam sebuah rangkaian wawancara dalam bahasa Jerman yang akan diterbitkan dalam bentuk sebuah buku tersebut.

"Sejumlah perempuan tidak memakai burqa sepenuhnya dengan sukarela dan adalah wajah untuk berbicara tentang pelanggaran terhadap wanita itu. Tentu saja seseorang tak bisa setuju dengan itu," imbuh Paus. "Tapi jika mereka ingin mengenakannya dengan sukarela, saya tidak tahu mengapa orang lain harus melarang mereka," ujarnya, menurut sebuah salinan dalam teks Jerman yang diperoleh AFP dan dimuat The Straits Times hari ini.

Pelarangan jilbab sepenuh wajah alias cadar semacam burqa dan niqab sempat menjadi isu terpanas di Prancis beberapa pekan lalu. Pemerintah mengatakan tujuannya untuk melindungi hak-hak perempuan. Tetapi para pengkritik menyebut hal itu adalah stigmatisasi terhadap Muslim.

The Straits Times

http://www.tempointeraktif.com/hg/eropa/2010/11/21/brk,20101121-293172,id.html

Solusi:
pemerintah perancis seharusnya lebih memberikan hak warganya akan kebebasan memakai jilbab. intinya saling menghormati antar keyakinan.

Bibir Digunting Majikan, Sumiati Masih Syok


Foto: blogspot.com
JAKARTA - Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang disiksa majikan di Arab Saudi, Sumiati binti Salan Mustapa masih syok dan sulit untuk diajak berkomunikasi. Untuk itu, pemerintah melalui Konsulat Jenderal RI di Jeddah akan menunggu kondisi Sumiati pulih untuk dimintai keterangan.

"Konjen RI di Jeddah sudah melakukan pendampingan terhadap TKW kita dan memastikan korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan," kata Jubir Kementrian Luar Negeri Michael Teene kepada okezone, Senin (15/11/2010).

Michael mengatakan saat ini pemerintah sudah melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat. "Proses hukum sedang berjalan dan kita sudah persiapkan seorang pengacara untuk proses hukum selanjutnya," imbuhnya.

Tidak hanya itu, pemerintah saat ini tengah menelusuri keberadaan keluarga korban karena keluarga korban belum mengetahui kejadian ini. "Kita sedang telusuri keberadaan keluarganya untuk menginformasikan ini melalui perusahaan yang mengirimnya," tutup Michael yang juga mengatakan korban merupakan tenaga kerja legal.

Penyiksaan yang dialami Sumiarti terkuak saat 8 November lalu dia dibawa ke Rumah Sakit King Fahd di Madinah. Luka-luka di sekujur tubuhnya menunjukkan bahwa dia mengalami siksaan yang parah, terlebih Sumiati kehilangan sebagian dari bibirnya karena digunting oleh majikannya.(bul)
(hri)

http://news.okezone.com/read/2010/11/15/337/393499/bibir-digunting-majikan-sumiati-masih-syok

Solusi untuk kasus diatas:
1. pemerintah memberikan sangsi yang keras terhadap perusahaan-perusahaan yang mengirimkan para tki ke luar negri tanpa skill yang memadai.
2.sekarang ini pemerintah akan memberikan para tki hp agar bisa langsung memberikan informasi bila adanya penganiayaan seperti sebelum-sebelumnya

Polisi Hentikan Tawuran Warga Johar Baru dengan Gas Air Mata

Tema : Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan



Jakarta - Bentrokan warga di Kelurahan Baladewa dan Kelurahan Tanah Tinggi Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, berhasil dihentikan petugas. Warga yang bentrok ngacir setelah polisi menembakkan gas air mata di sekitar lokasi bentrokan.

Pantauan detikcom, Minggu (21/11/2010), pukul 18.30 WIB, ratusan polisi gabungan dari Poslek Cempaka Putih, Polsek Kemayoran, dan Polsek Johar Baru masih berada di lokasi. Mereka tampak mengamankan lokasi bentrokan yang masih berantakan.

Di sepanjang jalan yang menghubungkan Kelurahan Baladewa dan Tanah Tinggi, tampak berserakan pecahan kaca, batu dan batu bata. Rumah warga juga banyak yang hancur karena dilempari massa. Sementara Poskamling yang berada di Kelurahan Tanah Tingi juga rusak parah. Ironisnya, di Poskamling yang rusak parah tersebut ditempeli spanduk bertuliskan "Mari jaga kampung kita, hindari tawuran karena merugikan kita semua".

Memurut salah satu petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya, tawurana berawal saat adanya aksi pembacokan dari salah satu warga di kampung tersebut. "Aksi pembacokan ini bebuntut balas dendam sehingga warga melakukan penyerangan," ujarnya tanpa menyebut warga dari kampung mana dulu yang memulai.

Sementara menurut warga, Ahmad, aksi tawuran ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB. "Sudah dari jam 2 anak-anak sudah pada ngumpul. Pecahnya tadi sore. Bahkan orang yang hajatan di Baladewa dan bazar malam bubar karena takut," cerita Ahmad.

Ahmad menceritakan, yang pertamakali menyerang dalah warga dari Baladewa. Kedua kampung ini menurut Ahmad memang musuh bebuyutan sejak dulu.

"Kakek saya dulu juga pernah berantem," ungkapnya.

http://www.detiknews.com/read/2010/11/21/181157/1498802/10/warga-di-johar-baru-jakpus-bentrok-polisi-dilempari-petasan?991103605

fakta:
sebuah penelitian menyimpulkan bahwa telah terjadi peningkatan aksi kekerasan kolektif dalam masyarakat Indonesia. Pada masa Orde Lama aksi kekerasan kolektif terjadi sebanyak 65 kali (17,1 persen. Sedangkan pada masa Orde Baru terjadi peningkatan yang sangat besar yakni sebanyak 168 (44,1 persen) dan pada masa pasca-Orde Baru (Orde Reformasi) terjadi sebanyak 148 (38,8 persen) aksi kekerasan kolektif. Dengan rentang waktu yang masih relatif pendek (3 tahun ) menunjukkan bahwa pasca-Orde Baru terjadi peningkatan yang signifikan aksi kekerasan kolektif masyarakat.
Krisis ekonomi nasional ikut pula menyebabkan kehidupan ekonomi masyarakat semakin terpuruk. Sebagian besar masyarakat yang tidak berdaya dari segi ekonomi itu adalah anak-anak muda. Beberapa penelitian terhadap anak-anak muda di kota besar menunjukan bahwa sebagian besar para pemuda adalah penganggur. Mereka digambarkan sebagai kelompok masyarakat yang putus asa terhadap kondisi mereka.


solusi terhadap kasus tawuran antar warga:


Perubahan Budaya
Bagaimana mengatasi permasalahan ini? Nampaknya peristiwa ini bukanlah peristiwa yang dengan mudah dapat disembuhkan. Pemasangan pagar pembatas yang tinggi sebagaimana dilakukan di Matraman tidak juga membawa hasil. Ikrar perdamaian sudah tidak bisa dihitung lagi jumlahnya saking sering dilakukan. Oleh karena tawuran warga sudah menjadi tradisi, maka salah satu cara mengatasi masalah ini adalah melakukan rehabilitasi sosial atau perubahan budaya.

Penyelesaian dengan cara ini tidak hanya dengan melakukan training atau out bound belaka, namun harus ditindaklanjuti oleh sebuah program yang terintegrasi. Para warga harus disadarkan tentang kondisi mereka sekarang yang tidak normal itu dan menanyakan kondisi apa yang mereka inginkan. Dari sanalah kita dapat mengetahui apa saja kesenjangan yang terjadi. Kesenjangan itulah yang harus dipenuhi dan hal ini akan menjadi budaya baru mereka. Saya yakin budaya baru tersebut dambaan semua warga yang bertikai, namun budaya tersebut tidak pernah muncul karena pewarisan dendam dan perasaan was-was akan diserang oleh pihak musuh.

Walaupun demikian perubahan budaya yang saya maksud tidak dapat dicapai hasilnya dalam jangka waktu yang pendek. Sebagai program jangka pendek harus dilakukan penindakan secara tegas siapa-siapa saja otak tawuran dan polisi harus memberikan perhatian yang serius terhadap beberapa tempat yang memiliki potensi tawuran yang besar. tidak boleh dilupakan bahwa perbaikan kehidupan ekonomi warga setempat terutama para pemuda adalah langkah yang dapat dilakukan dan hal ini adalah kewajiban pemerintah terhadap rakyatnya.
 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies